"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS Ali Imran: 133-134).
Alquran secara tegas dan terang-terangan menjaring kriteria calon penghuni surga dengan mensyaratkan umat Islam untuk menahan amarah dan memaafkan. Ini merupakan penegas bahwa menahan amarah hanya dapat dilakukan apabila ada kesiapan hati untuk memaafkan. Demikian juga sebaliknya, seseorang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain, akan menjadi penyebab dirinya tak mudah melampiaskan amarah.
Pribadi yang menahan amarah dan memaafkan telah dijanjikan surga. Mereka tak hanya disukai oleh Allah SWT dan sesama manusia, tapi juga malaikat-Nya. Dalam sebuah kisah bersama Abu Bakar RA, Rasulullah SAW memberikan nasihat elegan dan pesan yang istimewa agar seseorang yang dicaci atau disakiti hatinya tak perlu membalas dengan perbuatan (kotor) yang sama. Bersikap diam, tenang, dan tidak membalas keburukan jauh lebih suci dibandingkan mengumbar kemarahan.
Suatu ketika, Abu Bakar duduk bersama Rasulullah SAW dan mendapat cacian dalam waktu yang lama. Setelah sekian lama mencaci dan tidak kunjung berhenti, Abu Bakar pun membalas caciannya. Rasulullah SAW marah, lalu berdiri. Abu Bakar menyusulnya, lalu ia berkata, "Wahai Rasulullah, dia mencaciku, padahal Engkau duduk (bersamaku). Ketika aku membalas beberapa caciannya, Engkau malah marah dan meninggalkanku." Mendengar pertanyaan sahabatnya, Rasulullah SAW memberikan nasihat bahwa ketika Abu Bakar diam, ada malaikat yang telah membalaskan cacian untuknya. Sebaliknya, ketika cacian itu dibalas, datanglah setan.
Kisah ini memberikan inspirasi berharga. Betapa menahan amarah akan mendatangkan kebaikan. Beriringan dengan itu, sikap memaafkan pun harus dibangun. Memang sulit, tetapi bukankah kita mendambakan ampunan-Nya? Semoga kita termasuk dalam kategori hamba yang mendapatkan ampunan dari Tuhan dan dijanjikan surga. Semoga puasa pada bulan Ramadhan kali ini menjadi ajang penempaan diri untuk lebih pandai dalam menahan amarah dan memaafkan. Pada muaranya, ibadah kita akan disambut dengan ampunan dan ridha-Nya.
"Rasulullah juga menganggap penting sahur sebagai saat-saat yang penuh berkah selama Ramadhan. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Rasulullah mengimbau umatnya ketika Ramadhan, Bersahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu penuh dengan barakah.
Sahur merupakan santap hidangan sebelum jatuh
waktu Subuh sebagai persiapan menjalani puasa seharian. Orang Arab pada
umumnya memakan roti, daging, atau kurma.
Rasulullah
menyarankan umat Islam agar mencukupi sajian sahur sehingga kuat untuk
menjalani puasa: Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian
meninggalkannya, walaupun hanya meneguk setengah air.
Dalam
masa kini, bangsa Arab tidak jauh berbeda dengan bangsa Indonesia
terkait tradisi membangunkan orang-orang untuk sahur. Seperti disebutkan
dalam Ensiklopedia Peradaban Islam Makkah, penduduk kota tersebut
memiliki kelompok-kelompok yang bertugas membangunkan orang-orang untuk
sahur.
Caranya dengan keliling kampung-kampung dan membawa
lentara khas Arab (fanus) serta menabuh gendang (duf al-bazah) secara
berirama. Mereka juga kerap meneriakkan yel-yel untuk menyemarakkan
suasana.
Akan halnya zaman Rasulullah, upaya membangunkan warga
Muslim untuk menunaikan sahur lebih terpusat. Dalam arti, suara azan
digunakan sebagai tanda dimulainya waktu bersahur. Rasulullah SAW
memerintahkan Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan azan sebagai tanda
waktu santap sahur.
Adapun Abdullah bin Ummi Maktum ditugaskan
oleh beliau SAW untuk azan sebagai tanda masuknya waktu Subuh atau
usainya sahur. Sesungguhnya Bilal azan pada waktu malam, maka makan dan
minumlah kalian sampai terdengar azan Ibnu Ummi Maktum, demikian sabda
Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Bukhari.
http://www.republika.co.id/
Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam mempunyai anak berjumlah tujuh orang. Tiga laki-laki dan empat perempuan. Semua lahir dari rahim Khadijah radhiallahu 'anha, kecuali Ibrahim yang lahir dari Mariah Al-Qibthiyyah. Anak pertama beliau adalah Qasim. Dari nama inilah beliau bernama kunyah Abu Qasim. Qasim lahir pada masa sebelum kenabian. Kemudian lahir Zainab, Ruqayyah, baru Ummu Kultsum, dan Fathimah. Setelah menjadi nabi, beliau dikaruniai Abdullah. Disebut juga At-Thayyib Ath-Thahhir, karena dilahirkan dalam Islam. Ada riwayat menyebutkan namanya Thahhir bukan Thayyib dan ini dibenarkan oleh sebagian ulama. Kemudian Ibrahim. Ia dilahirkan di Kota Madinah tahun ke-8. Ibrahim wafat setelah berumur satu tahun sepuluh bulan. Oleh sebab itu, Nabi shallallahu 'alaihi wassalam bersabda, " Akan ada wanita yang menyusuinya di Jannah." (Al Bukhari : 1382, Muslim : 2316).
Semua anak beliau meninggal dunia sebelum beliau, kecuali Fathimah radhiallahu 'anha. Ada riwayat yang mengatakan enam bulan sepuluh hari, ada juga riwayat yang menyebutkan delapan bulan, dan ada juga riwayat yang menyebutkan selain itu.
Sekian semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan juga menambah kecintaan kita kepada Allah Ta'ala dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam
.......
Sumber : Sejarah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam karya Ibnu Katsir
"Apabila Rasulullah s.a.w. baru saja wafat, adalah diriwayatkan bahawa ketika Sayyidina Ali Bin Abu Talib r.a meletakkan jasad baginda diatas tempat tidurnya,tiba-tiba terdengar suara ghaib dari penjuru rumah berseru dengan nada tinggi:””Jangan kamu mandikan jenazah Muhammad,kerana ia adalah orang yang suci lagi pula membawa kesucian!”Ali curiga terhadap suara itu seraya ia bertanya:
“Siapakah engkau?Bukankah Rasulullah menyuruh kami memandikannya.?Tiba-tiba terdengar suara ghaib yang lain berseru sebaliknya:
“Hai Ali!Mandikanlah Beliau!Suara ghaib yang pertama itu berasal dari suara iblis yang terkutuk kerana dengki terhadap Muhammad s.a.w. dan ia bermaksud supaya Nabi Muhammad tidak dimasukkan kedalam liang kuburnya dalam keadaan dimandikan.”
Ujar Ali pula:”Semoga Allah membalasi engkau dengan kebajikan dikala engkau memberitahukan,bahawa suara itu berasal dari iblis.Sekarang saiapakah pula sebenarnya engkau sendiri?”
“Aku adalah Khidir.aku datang untuk menzirahi jenazah Muhammad s.a.w.”Jawab suara itu.
Kemudian Saiyidina Ali r.a pun memandikan jenazah Rasulullahs.a.w.sedang AlFadhal Bin Abbas dan Usamah Bin Zaid r.a menimbakan air dan malaikat Jibril datang membawa harum-haruman dari syurga.Mereka kapani dan kuburkan beliau di kamar rumah Siti Aishah pada malam Rabu dan ada yang mengatakan pada malam Selasa.
Kewafatan baginda telah menyebabkan kesedihan yang bukan sedikit dikalangan seluruh ummat,lebih-lebih lagi para sahabat yang terdekat.Kata -kta yang dilahirkan oleh para sahabat demi setelah mengetahui kewafatan beliau amatlah mengharukan.
Seketika membuka kain selubung yang menutupi wajah Rasulullah yang baru saja wafat,Syaidina Abu Bakar AsSiddiq berkata dengan penuh terharu:
“Demi ayah dan bondaku!Alangkah indahnya hidupmu dan alangkah indahnya matimu!Demi Allah!Sekali-kali tidak akan terkumpul dua kematian atas dirimu.Adapun mati yang telah ditentukan Allah bagimu,telah kau alami.Dan setelah itu takkan ada lagi kematian yang datang kepadamu buat selam-lamanya!”
Hassan Bin Thabitr.a salah seorang sahabat Rasulullahs.a.w. yang utama dan penyair Islam yang agung dizaman Rasulullah,telah menerima berita kewafatan baginda dengan berat sekali.Kesedihan yang dirasakannya dapat kita saksikan dari sebuah sajak yang ditinggalkan sejurus kewafatan Rasulullah:
“duhai ,engkaulah biji mataku
Dengan kematianmu,
aku menjadi buta
tak dapat melihat
siapa yang ingin mati sepeninggalmu
biarlah ia mati pergi menemui ajalnya
Aku,hanya risau haru dengan pemergianmu…..”
Tetapi antara banyak orang tentu sekali yang paling merasakan berat atas kewafatan baginda ialah kaum keluarganya yang terdekat seperti puteri baginda yang paling dikasihinya Siti fatimah serta balu-balu baginda terutama Siti Aisyah r.a.
Pernah suatu hari,Ummu Mukminin Siti Aisyah r.a bersenandung dengan suara teharu sambil berdiri dikubur Nabi s.a.aw. Katanya:
“Wahai insan yang tidak pernah memakai sutera
Yang tak pernah tidur diatas tilam yang empuk
Wahai insan yang keluar dari dunia dan perutnya
Tidak pernah kenyang dengan roti dan gandum
Wahai insan yang memilh tikar tempat tidurnya
Wahai insan yang berjaga sepanjang malam tanpa tidur’
Kerana takut sentuhan neraka sa’ir…….”
"Ada riwiyatkan sepeninggal ayahnya,orang melihat Siti fatimah Azzahra selalu berikat kepala,tubuhnya semakin kurus dan matanya membengkak kerana menagis terus menerus,bahkan ia sering tidak sedarkan diri.kepada putera-puteranya ia selalu mengatakan:
“Mana dia ayah yang mencintai kalian itu?Aku tidak pernah lagi melihat dia membuka pintu ini.Kalian tidak akan pernah lagi naik keatas punggungnya seperti yang biasa kalian lakukan…”
Pohon yang biasanya mendapatkan kasih sayang itu ,semakin layu dan mengering………
Mengimani Rasulullah SAW adalah bagian dari
rukun iman yang mesti dimiliki oleh setiap mukmin. Keimanan tersebut
salah satunya diwujudkan dalam bentuk kecintaan kita kepada Nabi
Muhammad selaku utusan Allah yang terakhir.
Pertanyaannya,
bagaimana caranya mencintai Rasulullah SAW dengan benar? Persoalan
itulah yang berusaha dijawab oleh Dr Sofyan bin Fuad Baswedan dalam
kajian Islam yang digelar oleh Majelis Taklim Sidra Masjid al-Hidayah
Kompleks Bank Indonesia (BI) Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (13/5)
lalu.
Dalam kesempatan tersebut, mubaligh asal Surakarta, Jawa
Tengah, itu menuturkan, cinta kepada Rasulullah antara lain dapat
dibuktikan dengan menaati perintah agama, termasuk sunah-sunah yang
dibawakan oleh beliau SAW. Selain itu, kecintaan kepada Rasulullah juga
dapat ditunjukkan dengan cara menjauhi berbagai perkara yang dilarang
oleh agama.
Kendati demikian, kata dia, dalam praktiknya tidak
semua Muslim mampu menjalankan perintah agama secara menyeluruh.
Sebagian dari mereka ada yang masih melalaikan kewajiban yang
diperintahkan oleh Allah SWT dan rasul-Nya. Sebagian dari mereka ada
pula yang melanggar larangan-larangan agama.
"Ketika seseorang
meninggalkan perintah agama yang sifatnya wajib, dia merasa berdosa.
Begitu pula ketika melanggar apa yang dilarang agama, dia merasa
berdosa. Inilah bentuk cinta paling minimal dari seorang Muslim kepada
Nabi Muhammad SAW," ujar Sofyan.
Seseorang yang mengaku
mencintai Rasullah SAW, kata dia, harus meyakini segala perkara gaib
dalam Islam. Beberapa contoh perkara gaib itu antara lain turunnya wahyu
dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, peristiwa Isra dan Mi'raj,
datangnya hari kiamat, serta keberadaan surga dan neraka.
Dalam beberapa riwayat disebutkan, ketika Rasullah SAW menceritakan
kepada penduduk Makkah tentang peristiwa Isra dan Mi'raj, banyak orang
kafir di kota itu yang mengolok-olok nabi. Tidak hanya itu, di antara
orang-orang yang baru memeluk Islam pada waktu itu bahkan ada yang
menjadi murtad kembali, lantaran tidak percaya dengan mukjizat
Rasulullah SAW tersebut.
Mereka menilai, baik peristiwa Isra
(perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis) maupun Mi'raj
(perjalanan Nabi SAW dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha), sangatlah
tidak masuk akal. Pasalnya, jarak dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis
di Palestina mencapai 1.500 kilometer, sehingga perjananan antara
keduanya pada masa itu membutuhkan waktu lebih kurang satu bulan.
Sementara, Rasulullah SAW mampu menuntaskan perjalanan tersebut hanya
dalam waktu satu malam.
Apalagi dengan perjalanan menuju
Sidratul Muntaha yang lokasinya berada di atas langit ketujuh. Kaum
kafir Makkah dan orang-orang yang lemah iman menganggap peristiwa itu
sebagai perkara yang mustahil untuk dicerna logika.
Namun,
ketika kabar tentang Isra dan Mi'raj sampai ke telinga Abu Bakar RA, dia
langsung menyatakan keyakinannya kepada Rasulullah. Tidak sekadar
memercayai, Abu Bakar bahkan juga membenarkan seluruh peristiwa yang
dialami oleh Nabi SAW tersebut, sehingga dia pun diberi gelar
ash-Shiddiq (yang berkata 'benar').
"(Apa yang ditunjukkan oleh
Abu Bakar) itu adalah sikap orang yang betul-betul memahami hakikat
cinta kepada Nabi SAW. Karena konsekuensi dari iman kepada Rasulullah
itu adalah memercayai apa pun yang beliau bawa, termasuk perkara-perkara
gaib yang bahkan sulit dijangkau oleh akal kita sekalipun," kata
Sofyan.
Selanjutnya, cinta kepada Rasulullah dapat diwujudkan
dengan mendahulukan syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW di atas semua
ajaran yang ada di dunia ini. Dengan kata lain, setiap Muslim yang
mengaku mencintai Rasulullah sudah seharusnya menjalankan perintah agama
sesuai dengan sunah atau tuntunan yang beliau SAW ajarkan. Menurut
Sofyan, seseorang yang menyelisihi sunah —atau bahkan merekayasa ritual
peribadatan tertentu di dalam Islam— pada hakikatnya belum mampu
menunjukkan cinta yang sejati kepada Nabi SAW.
Pada hari
kiamat nanti, orang-orang yang melakukan bid'ah dalam urusan agama akan
kecewa berat. Tak hanya itu, Nabi SAW pun akan kecewa berat dengan
mereka. Dalam satu hadis disebutkan, "Sesungguhnya manusia pertama yang
diberi pakaian pada hari kiamat ialah Ibrahim AS. Ingatlah bahwa nanti
akan ada sekelompok umatku yang dihalau ke sebelah kiri. Maka
kutanyakan: 'Yaa Rabbi, bukankah mereka adalah sahabatku?' Akan tetapi
jawabannya adalah: 'Kamu tidak tahu tentang apa yang mereka ada-adakan
sepeninggalmu." (Hadis muttafaq alaih).
Majelis Taklim Sidra
Masjid al-Hidayah Pancoran rutin mengadakan kajian Islam sejak 2016.
Setiap harinya, pemateri atau penceramah yang dihadirkan di majelis itu
selalu berganti-ganti, dengan tema kajian yang cukup variatif. "Mulai
dari fikih, akidah, akhlak, hingga tafsir," ungkap salah satu jamaah MT
Sidra, Fauzan Zaphran Hafiz.
Saat Islam muncul, media surat merupakan instrumen penting untuk
penyebaran Islam di kalangan para pemipin suku atau negara tertentu.
Rasulullah menggunakan surat untuk mengajak petinggi sebuah kaum ataupun
bangsa untuk memeluk Islam.
Dalam sejarah tercatat, Rasulullah beberapa kali menggirimkan surat. Kesekian surat itu disampaikan oleh utusan yang secara khusus dipilih oleh Rasulullah.
Urusan penulisan suratnya sendiri, Rasulullah memercayakannya ke sejumlah sahabat yang kemudian dikenal dengan para pencatat kuttab. Soal alih bahasa, Rasulullah menunjuk beberap sahabatnya yang lantas disebut sebagai mutarjim.
Jumlah mereka cukup banyak, kurang lebih 43 sahabat. Beberapa di antaranya diulas dalam kitab karangan Ibn Hadidah (783 H) yang berjudul al- Mishbah al-Mudli’ fi Kuttab an-Nabiyy al-Umiyy wa Rusulihi Ila al-Muluk al-Ardl min ‘Arabiyyin wa ‘Ajamiyyin.
Dokumentasi tentang surat-surat Rasulullah SAW dianggap penting dan menyimpan nilai sejarah tinggi. Adalah Muhammad Ibn Thulun ad-Dimasyqi (880-953 H), ulama multidisiplin ilmu menulis kitab yang diberi tajuk A’lam as-Sailin ‘an Kutub Sayyid al-Mursalin.
Karya yang ditulis oleh tokoh bermazhab Hanafi itu diklaim sebagai kitab pertama yang mencoba menginventarisasi surat-surat Rasulullah secara khusus. Jumlahnya memang relatif sedikit.
Tidak semua surat yang pernah dikirimkan oleh Rasulullah terekam oleh para sahabat. Dan, hampir keseluruhannya beralih dari generasi satu ke generasi lainnya melalui cara periwayatan.
Klaim itu mungkin bisa saja benar, lantaran tokoh kelahiran Salhia, Damaskus, Suriah, itu memang ilmuwan yang untuk kali pertama fokus mengumpulkan risalah-risalah tersebut. Tetapi, bukan berarti tidak pernah terdapat tokoh ulama yang mendokumentasikan surat-surat tersebut sebelumnya.
Ada, hanya mereka belum menuangkannya secara khusus ke sebuah karya. Surat-surat itu ditulis berserakan di berbagai kitab sirah nabi atau buku-buku sejarah.
Sebut saja misalnya, Ibnu Ishaq (151 H) yang menulis kitab As Sirah An Nabawiyah, Muhammad Ibn Sa’ad (230 H) dalam kitab ath-Thabaqat al-Kubra, atau Muhammad Ibn Sayyid an-Nass al-Yamuri (734) dengan kitab ’Uyun al-Atsar.
Dari dua kitab yang terakhir itulah, ditambah dengan kitab Nashb ar-Riwayah li Ahadits al-Hidayah karangan az-Zaila’i, Ibnu Thulun banyak menyadur dan menukil surah-surah tersebut.Setidaknya terdapat 50 buah surat yang terdokumentasikan dalam kitab A’lam. Membaca kitab tokoh yang pernah menggali riwayat dari sekitar 500 ahli hadis itu, penikmat karya-karya ulama klasik akan memiliki berbagai kesimpulan persepsi tentang kategori buku tersebut.
Belakangan surat-surat tersebut sebagiannya masih tersimpan apik di Museum Topkapi, Istanbul, meski dengan kondisi yang rentan rusak. Beberapa hari lalu, surat-surat tersebut dipamerkan berbentuk foto dari jepretan surat aslinya di Madinah dalam sebuah event.
Tampak dari surat tersebut ada yang dikirim ke Heraclius, penguasa Romawi ketika itu, Kisra penguasa Persia, Ashhamah bin Abjar penguasa Habsyah, kini Etiopia.
Surat yang pernah dikirimkan oleh Rasulullah kepada raja Ashhamah bin Abjar, penguasa negara Habsyah, kini Etiopia, dapat menjadi bukti seni berdakwah Nabi.
Tak heran bila surat itu lantas oleh Ibn Thulun sendiri ditempatkan di posisi teratas mengawali uraian surat-surat Rasulullah dalam karyanya tersebut.Surat tersebut juga dianggap sebagai keberhasilan penggunaan media surat pertama. Menyusul respons positif Sang Raja.
Negara Kristen yang wilayahnya pada waktu itu secara yurisdiksi gerejani berada di bawah Gereja Orthodoks Koptik di Mesir, telah mengulurkan tangan persahabatan untuk membantu umat Islam.
Bahkan, sejumlah riwayat menyebutkan surat itu disusul dengan pernyataannya untuk memeluk agama Islam, sekalipun diperdebatkan di kalangan ahli sejarah, tanpa paksaaan apapun.
Namun respons negatif juga muncul antara lain dari Kisra, penguasa Persia yang menyobek surat yang dikirim tersebut. http://khazanah.republika.co.id
Dalam sejarah tercatat, Rasulullah beberapa kali menggirimkan surat. Kesekian surat itu disampaikan oleh utusan yang secara khusus dipilih oleh Rasulullah.
Urusan penulisan suratnya sendiri, Rasulullah memercayakannya ke sejumlah sahabat yang kemudian dikenal dengan para pencatat kuttab. Soal alih bahasa, Rasulullah menunjuk beberap sahabatnya yang lantas disebut sebagai mutarjim.
Jumlah mereka cukup banyak, kurang lebih 43 sahabat. Beberapa di antaranya diulas dalam kitab karangan Ibn Hadidah (783 H) yang berjudul al- Mishbah al-Mudli’ fi Kuttab an-Nabiyy al-Umiyy wa Rusulihi Ila al-Muluk al-Ardl min ‘Arabiyyin wa ‘Ajamiyyin.
Dokumentasi tentang surat-surat Rasulullah SAW dianggap penting dan menyimpan nilai sejarah tinggi. Adalah Muhammad Ibn Thulun ad-Dimasyqi (880-953 H), ulama multidisiplin ilmu menulis kitab yang diberi tajuk A’lam as-Sailin ‘an Kutub Sayyid al-Mursalin.
Karya yang ditulis oleh tokoh bermazhab Hanafi itu diklaim sebagai kitab pertama yang mencoba menginventarisasi surat-surat Rasulullah secara khusus. Jumlahnya memang relatif sedikit.
Tidak semua surat yang pernah dikirimkan oleh Rasulullah terekam oleh para sahabat. Dan, hampir keseluruhannya beralih dari generasi satu ke generasi lainnya melalui cara periwayatan.
Klaim itu mungkin bisa saja benar, lantaran tokoh kelahiran Salhia, Damaskus, Suriah, itu memang ilmuwan yang untuk kali pertama fokus mengumpulkan risalah-risalah tersebut. Tetapi, bukan berarti tidak pernah terdapat tokoh ulama yang mendokumentasikan surat-surat tersebut sebelumnya.
Ada, hanya mereka belum menuangkannya secara khusus ke sebuah karya. Surat-surat itu ditulis berserakan di berbagai kitab sirah nabi atau buku-buku sejarah.
Sebut saja misalnya, Ibnu Ishaq (151 H) yang menulis kitab As Sirah An Nabawiyah, Muhammad Ibn Sa’ad (230 H) dalam kitab ath-Thabaqat al-Kubra, atau Muhammad Ibn Sayyid an-Nass al-Yamuri (734) dengan kitab ’Uyun al-Atsar.
Dari dua kitab yang terakhir itulah, ditambah dengan kitab Nashb ar-Riwayah li Ahadits al-Hidayah karangan az-Zaila’i, Ibnu Thulun banyak menyadur dan menukil surah-surah tersebut.Setidaknya terdapat 50 buah surat yang terdokumentasikan dalam kitab A’lam. Membaca kitab tokoh yang pernah menggali riwayat dari sekitar 500 ahli hadis itu, penikmat karya-karya ulama klasik akan memiliki berbagai kesimpulan persepsi tentang kategori buku tersebut.
Belakangan surat-surat tersebut sebagiannya masih tersimpan apik di Museum Topkapi, Istanbul, meski dengan kondisi yang rentan rusak. Beberapa hari lalu, surat-surat tersebut dipamerkan berbentuk foto dari jepretan surat aslinya di Madinah dalam sebuah event.
Tampak dari surat tersebut ada yang dikirim ke Heraclius, penguasa Romawi ketika itu, Kisra penguasa Persia, Ashhamah bin Abjar penguasa Habsyah, kini Etiopia.
Surat yang pernah dikirimkan oleh Rasulullah kepada raja Ashhamah bin Abjar, penguasa negara Habsyah, kini Etiopia, dapat menjadi bukti seni berdakwah Nabi.
Tak heran bila surat itu lantas oleh Ibn Thulun sendiri ditempatkan di posisi teratas mengawali uraian surat-surat Rasulullah dalam karyanya tersebut.Surat tersebut juga dianggap sebagai keberhasilan penggunaan media surat pertama. Menyusul respons positif Sang Raja.
Negara Kristen yang wilayahnya pada waktu itu secara yurisdiksi gerejani berada di bawah Gereja Orthodoks Koptik di Mesir, telah mengulurkan tangan persahabatan untuk membantu umat Islam.
Bahkan, sejumlah riwayat menyebutkan surat itu disusul dengan pernyataannya untuk memeluk agama Islam, sekalipun diperdebatkan di kalangan ahli sejarah, tanpa paksaaan apapun.
Namun respons negatif juga muncul antara lain dari Kisra, penguasa Persia yang menyobek surat yang dikirim tersebut. http://khazanah.republika.co.id
Selama kekuasaan Turki Utsmani, bangunan yang
dijadikan sebagai istana sultan tidak hanya Topkapi, di antaranya adalah
Dolmabache. Beberapa sultan lainnya, pernah tinggal di tempat ini.
Salah satunya adalah Sultan Abdul Mejid I.
Dan sejak ia memilih tinggal di Istana Dolmabahce, kondisi bangunan Istana Topkapi menjadi telantar. Setelah bertahun-tahun tidak digunakan lagi, dan berakhirnya kekuasaan Turki Utsmani, maka pada 1923, pemerintah Turki melakukan perubahan pada Istana Topkapi. Dan tepatnya pada 3 April 1924, pemerintah Turki menjadikannya sebagai museum pemerintah Turki.
Sebagai museum, pemerintah Turki menggunakan Istana Tiopkapi untuk menyimpan berbagai benda peninggalan sejarah dan barang-barang berharga peninggalan kesultanan Turki Utsmani.
Berbagai barang langka dan tentu saja mahal itu, kini dipamerkan untuk umum, antara lain, berbagai bentuk perhiasan yang terbuat dari emas, zamrud, ruby (batu merah delima), dan jade (batu berwarna lumut).
Selain itu, di dalam museum Istana Topkapi juga dipamerkan berbagai benda bersejarah lainnya, di antaranya jubah, lukisan, senjata, perisai, baja, miniatur daerah kekuasaan Utsmani, kaligrafi, serta beberapa perabot rumah tangga istana, seperti sendok, gelas, dan piring yang terbuat dari emas.
Di dalamnya terdapat pedang, mantel, gigi (Nabi Muhammad SAW yang tanggal pada Perang Uhud), bakiak, bendera, cambuk, segenggam janggut, sajadah, tongkat, busur panah, sabuk, stempel, dan berbagai benda lainnya. Selain itu, terdapat pula pedang-pedang milik keempat sahabat Nabi, Khulafa ar-Rasyidin (Abubakar As-Shidiq, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib).
Di tempat ini juga tersimpan cetakan telapak kaki kanan Nabi Muhammad SAW. Telapak kaki kanan itu tercetak saat peristiwa Mi'raj. Sedangkan telapak kaki kirinya kini tersimpan di Masjid al-Aqsa. Terdapat pula beberapa surat buatan Nabi SAW. Salah satunya surat yang ditujukan kepada Muqawqis (seorang raja dari negeri Mesir). Surat itu ditulis di daun kurma dan ditemukan di Mesir pada 1850.
Peninggalan bersejarah lainnya adalah manuskrip Alquran pertama yang ditulis di atas lembaran kulit binatang. Manuskrip tersebut merupakan lembaran Alquran sebelum disatukan menjadi sebuah kitab utuh. Salah satu yang tersimpan di Topkapi ialah Surat Al-Qadar. Selain itu, masih banyak peninggalan lainnya dari para tokoh yang berjasa dalam perkembangan Islam.
Satu lagi keunikan dari yang terdapat pada Istana Topkapi, bila memasuki ruangan peninggalan ini, pengunjung dapat mendengar alunan suara dari 24 orang Hafiz (penghafal) Alquran. Mereka secara bergantian melantunkan bacaan Alquran dengan syahdunya. Konon, dahulunya pembacaan Alquran di Istana Topkapi selalu dibaca tanpa henti selama 24 jam nonstop dan terus menerus selama lebih dari 407 tahun (dari tahun 1517-1924).http://khazanah.republika.co.id
Dan sejak ia memilih tinggal di Istana Dolmabahce, kondisi bangunan Istana Topkapi menjadi telantar. Setelah bertahun-tahun tidak digunakan lagi, dan berakhirnya kekuasaan Turki Utsmani, maka pada 1923, pemerintah Turki melakukan perubahan pada Istana Topkapi. Dan tepatnya pada 3 April 1924, pemerintah Turki menjadikannya sebagai museum pemerintah Turki.
Sebagai museum, pemerintah Turki menggunakan Istana Tiopkapi untuk menyimpan berbagai benda peninggalan sejarah dan barang-barang berharga peninggalan kesultanan Turki Utsmani.
Berbagai barang langka dan tentu saja mahal itu, kini dipamerkan untuk umum, antara lain, berbagai bentuk perhiasan yang terbuat dari emas, zamrud, ruby (batu merah delima), dan jade (batu berwarna lumut).
Selain itu, di dalam museum Istana Topkapi juga dipamerkan berbagai benda bersejarah lainnya, di antaranya jubah, lukisan, senjata, perisai, baja, miniatur daerah kekuasaan Utsmani, kaligrafi, serta beberapa perabot rumah tangga istana, seperti sendok, gelas, dan piring yang terbuat dari emas.
Masih di seputaran Istana, juga ada peninggalan berharga, benda-benda yang pernah dipakai Nabi Muhammad SAW. Berbagai peninggalan itu ditempatkan di dalam suatu ruang khusus yang terpisah dari Istana Topkapi. Ruangan itu bernama Paviliun Relikui Suci.
Di dalamnya terdapat pedang, mantel, gigi (Nabi Muhammad SAW yang tanggal pada Perang Uhud), bakiak, bendera, cambuk, segenggam janggut, sajadah, tongkat, busur panah, sabuk, stempel, dan berbagai benda lainnya. Selain itu, terdapat pula pedang-pedang milik keempat sahabat Nabi, Khulafa ar-Rasyidin (Abubakar As-Shidiq, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib).
Di tempat ini juga tersimpan cetakan telapak kaki kanan Nabi Muhammad SAW. Telapak kaki kanan itu tercetak saat peristiwa Mi'raj. Sedangkan telapak kaki kirinya kini tersimpan di Masjid al-Aqsa. Terdapat pula beberapa surat buatan Nabi SAW. Salah satunya surat yang ditujukan kepada Muqawqis (seorang raja dari negeri Mesir). Surat itu ditulis di daun kurma dan ditemukan di Mesir pada 1850.
Peninggalan bersejarah lainnya adalah manuskrip Alquran pertama yang ditulis di atas lembaran kulit binatang. Manuskrip tersebut merupakan lembaran Alquran sebelum disatukan menjadi sebuah kitab utuh. Salah satu yang tersimpan di Topkapi ialah Surat Al-Qadar. Selain itu, masih banyak peninggalan lainnya dari para tokoh yang berjasa dalam perkembangan Islam.
Satu lagi keunikan dari yang terdapat pada Istana Topkapi, bila memasuki ruangan peninggalan ini, pengunjung dapat mendengar alunan suara dari 24 orang Hafiz (penghafal) Alquran. Mereka secara bergantian melantunkan bacaan Alquran dengan syahdunya. Konon, dahulunya pembacaan Alquran di Istana Topkapi selalu dibaca tanpa henti selama 24 jam nonstop dan terus menerus selama lebih dari 407 tahun (dari tahun 1517-1924).http://khazanah.republika.co.id
Memahami agama dengan hanya menggunakan pendekatan nash dan dalil
dalam Al Quran akan memupuk diri seseorang menjadi radikal dan kaku.
Padahal, salah satu syarat menjadi seorang muslim moderat dan bercirikan
kedamaian adalah memahami agama dengan berbagai pendekatan, salah
satunya pendekatan historis.
Saya tidak meremehkan Al Quran sebagai sumber primer bagi umat Islam, tetapi alangkah indahnya jika kita memahami tidak hanya melalui Al Quran. Salah satunya adalah Sirah Nabawiyah. Di dalam sejarah kenabian banyak hal dalam kehidupan sehari-hari Rasulullah yang sering luput dari pandangan umatnya. Bahwa beliau adalah seorang multikulturalis dan toleransi.
Sebagai kompromi adalah terwujudnya Piagam Madinah. Sebuah amandemen perdamaian antara suku-suku di Madinah dan berbagai agama. Bahwa dengan Piagam Madinah, Nabi, para sahabat dan masyarakat lain setuju untuk hidup damai sekalipun memiliki perbedaan dalam keyakinan.
islam.co
Saya tidak meremehkan Al Quran sebagai sumber primer bagi umat Islam, tetapi alangkah indahnya jika kita memahami tidak hanya melalui Al Quran. Salah satunya adalah Sirah Nabawiyah. Di dalam sejarah kenabian banyak hal dalam kehidupan sehari-hari Rasulullah yang sering luput dari pandangan umatnya. Bahwa beliau adalah seorang multikulturalis dan toleransi.
Sebagai kompromi adalah terwujudnya Piagam Madinah. Sebuah amandemen perdamaian antara suku-suku di Madinah dan berbagai agama. Bahwa dengan Piagam Madinah, Nabi, para sahabat dan masyarakat lain setuju untuk hidup damai sekalipun memiliki perbedaan dalam keyakinan.
islam.co
Sejarah peradaban Islam juga mencatat nama
Bushra sebagai tempat yang spesial. Betapa tidak, di kota itulah seorang
pendeta bernama Buhaira mampu melihat tanda-tanda kerasulan pada
seorang anak laki-laki yang bernama Muhammad.
Alkisah, pada saat Muhammad SAW berusia 12 tahun, Abu Thalib hendak melakukan ekspedisi niaga dari Makkah ke Syam (Suriah). Lalu Muhammad berkata, "Paman, mengapa kau tak mengajakku? Aku tidak memiliki pelindung selain dirimu."
Abu Thalib pun tak tega meninggalkan keponakan kesayangannya seorang diri di Makkah. Ia lalu mengangkat tubuh Muhammad dan mendudukkannya di atas hewan tunggangan. Kafilah dagang dari Quraisy pun menempuh perjalanan darat menuju Syam.
Hingga akhirnya, kafilah itu tiba di sebuah tempat pertapaan di Bushra, antara Syam dan Hijaz. Di sana mereka bertemu dengan seorang rahib bernama Buhaira. Sang rahib takjub menyaksikan anak laki-laki yang bernama Muhammad itu.
Betapa tidak, awan selalu bergerak memayungi ke mana pun Muhammad kecil melangkah. Sang rahib pun segera menghampiri calon nabi dan rasul terkakhir itu. Buhaira memeriksa sekujur tubuh Muhammad untuk melihat tanda-tanda kenabian yang diterangkan dalam kitab-kitab suci terdahulu.
Ia akhirnya menemukan tanda kenabian itu di punggung Muhammad, di antara kedua pundaknya, lalu ia mencium tanda itu. Menyaksikan tanda-tanda kenabian itu, sang rahib pun berpesan kepada Abu Thalib agar menjaga keponakannya itu dengan hati-hati, karena dia adalah calon rasul yang dinanti umat manusia.
Prediksi Buhaira dari Kota Bushra itu menjadi kenyataan. Ketika menginjak usia 40 tahun, Muhammad memperoleh wahyu saat menyendiri di Gua Hira. Nabi Muhammad menjadi rasul penutup bagi umat manusia yang hidup di akhir zaman.http://khazanah.republika.co.id
Alkisah, pada saat Muhammad SAW berusia 12 tahun, Abu Thalib hendak melakukan ekspedisi niaga dari Makkah ke Syam (Suriah). Lalu Muhammad berkata, "Paman, mengapa kau tak mengajakku? Aku tidak memiliki pelindung selain dirimu."
Abu Thalib pun tak tega meninggalkan keponakan kesayangannya seorang diri di Makkah. Ia lalu mengangkat tubuh Muhammad dan mendudukkannya di atas hewan tunggangan. Kafilah dagang dari Quraisy pun menempuh perjalanan darat menuju Syam.
Hingga akhirnya, kafilah itu tiba di sebuah tempat pertapaan di Bushra, antara Syam dan Hijaz. Di sana mereka bertemu dengan seorang rahib bernama Buhaira. Sang rahib takjub menyaksikan anak laki-laki yang bernama Muhammad itu.
Betapa tidak, awan selalu bergerak memayungi ke mana pun Muhammad kecil melangkah. Sang rahib pun segera menghampiri calon nabi dan rasul terkakhir itu. Buhaira memeriksa sekujur tubuh Muhammad untuk melihat tanda-tanda kenabian yang diterangkan dalam kitab-kitab suci terdahulu.
Ia akhirnya menemukan tanda kenabian itu di punggung Muhammad, di antara kedua pundaknya, lalu ia mencium tanda itu. Menyaksikan tanda-tanda kenabian itu, sang rahib pun berpesan kepada Abu Thalib agar menjaga keponakannya itu dengan hati-hati, karena dia adalah calon rasul yang dinanti umat manusia.
Prediksi Buhaira dari Kota Bushra itu menjadi kenyataan. Ketika menginjak usia 40 tahun, Muhammad memperoleh wahyu saat menyendiri di Gua Hira. Nabi Muhammad menjadi rasul penutup bagi umat manusia yang hidup di akhir zaman.http://khazanah.republika.co.id
Subhanallah, Pohon Yang Menaungi Nabi Muhammad Masih Hidup Hingga Sekarang
Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu
alaihi wasalam hidup ribuan tahun yang lalu. Ada sejumlah benda dan
jejak peninggalan Rasulullah saw yang masih ada hingga kini. Satu
diantaranya adalah sebuah pohon yang tumbuh di Yordania.
Pohon Rasulullah ini sekali lagi menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad
saw. Dan sepertinya pohon Rasulullah in memang sengaja dibiarkan hidup
oleh Allah swt agar menjadi tanda pengingat kenabian Muhammad saw.
Dan agar umat manusia khususnya kita umat Islam selalu mengenang Nabi
Allah Muhammad saw. Dilansir dari berbagai sumber, dulu ketika
Rasulullah melakukan perjalanan menuju Syam bersama Maisarah (pembantu
Sayyidatuna Khadijah Ra.) untuk berdagang, Rasulullah pernah berteduh di
bawah pohon ini sebelum sampai ke sana.
Pada saat Rasulullah berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting
pohon ini bergerak menaungi beliau dari panasnya terik matahari. Seorang
rahib (pendeta) yang melihat kejadian ini, lantas mendatangi Maisarah
dan menunjukkan kepadanya pohon tempat berteduh Rasulullah itu seraya
berkata : "Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon itu."
Lihatlah sampai hari ini pohon tersebut tetap subur bahkan di
tengah-tengah pada pasir yang kering kerontang dan tidak ada tumbuhan
yang hidup seperti itu. Allah swt menghidupkan dan memeliharanya sesuai
kehendak-Nya. Inilah pohon yang memahami cinta buat Nabinya Muhammad
Rasulullah shallallahu alaihi wasalam, sebuah pohon yang diberkahi.
Sampai sekarang pohon ini masih hidup di Yordania. Sebab itu ia dijuluki "The Only Living Sahabi"
atau "Satu-satunya 'sahabat' Nabi Yang Masih Hidup". Pohon ini terletak
di tengah padang pasir bernama Buqa'awiyya di negara Yordania. Dari
segi geografisnya, ia dekat dengan kota Bosra di Suriah.
http://www.mardiyas.com/
Semua keberhasilan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam
Perang Badar dan merebut hati kaum Anshar di Madinah membuat hati
Abdullah bin Ubay berubah semakin sesak karena dengki.
“Jika ini dibiarkan, lenyap sudah impianku untuk menjadi pemimpin Madinah lagi seperti dulu!” demikian pikirnya. “Aku harus mencari jalan untuk menjauhkan Muhammad dari umatnya.”
Abdullah bin Ubay mulai menebarkan desas-desus, “Mengapa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberi bagian harta rampasan kepada Utsman bin Affan? Padahal, Utsman tidak ikut ke Perang Badar! Ini pasti karena Utsman lebih dicintai dari kita semua!”
Tanpa curiga, Bunda Aisyah yang masih muda pun menerimanya dengan riang.
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendengar berita ini, beliau segera pulang dan mendapati ibunda Aisyah sedang duduk-duduk di atas permadani yang mahal itu. Wajah bunda Aisyah berseri-seri memiliki perabotan seindah itu.
“Aisyah,apa ini?” tanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam
“Seorang wanita Anshar datang ke sini dan melihat tikarmu,” jawab Bunda Aisyah. “Ia kemudian mengutus orang agar menyampaikan permadani ini kepadaku.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyuruh Bunda Aisyah mengembalikan permadani itu. Kemudian beliau tidur di atas tikarnya yang biasa.
Abdullah bin Ubay walaupun telah menyatakan diri sebagai Muslim dia tetap bersikap keras kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang menganggap Rasulullah tidak adil karena dianggap perampas kekuasaannya akan dipegangnya sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam datang ke Madinah. Abdullah bin Ubay pun selalu berusaha memalingkan manusia dari ajaran Islam.
Umar Bin Khathab bergegas mendatangi rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia ingin membuktikan bahwa desas-desus yang disebarkan orang tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang memiliki perabot mewah itu sama sekali tidak benar.
Ketika Umar sampai di rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, sama sekali tidak dilihatnya perabot-perabot mewah yang didesas desuskan itu. Rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetap seperti dulu, tidak ada sama sekali yang berubah. Mengetahui Umar Bin Khattab datang, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bangun dari atas tikarnya. Seketika itu, Umar melihat bekas-bekas tikar yang kasar menempel pada tubuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Tidak kuat menahan haru akhirnya Umar menangis.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berpaling heran lalu beliau bertanya lembut, “Ya Umar, Apa yang menyebabkan kau menangis?”
“Bagaimana aku tidak akan melahirkan air mata jika aku melihat bekas-bekas tikar itu melekat pada tulang rusukmu. Hanya inilah harta kekayaanmu yang aku tahu. Sedangkan Kaisar Romawi dan Persia hidup dalam gelimangan harta benda.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam merasakan betul kesedihan Umar. Beliau lalu menghibur Umar dengan memberikan pelajaran bahwa nilai seseorang tidaklah ditentukan oleh harta kekayaan yang dimilikinya, tetapi tergantung pada kemampuannya untuk menyebarkan kebahagiaan kepadanya orang lain. Kebajikan akan membuat seseorang menjadi kekal. Orang yang terus-menerus melakukan kebaikan akan menghasilkan buah kebaikan pula untuk selama-lamanya.
Dengarlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam agar kita selalu bersyukur. “Apabila diantara kamu sekalian melihat orang yang dianugerahi harta dan rupa maka hendaklah ia melihat orang yang lebih rendah daripada mereka karena hal itu lebih pantas agar kamu tidak merasa kekurangan nikmat yang Allah berikan kepadamu.” (w)
kisah diambil dari berbagai sumber siroh nabawiyah “Syaikh Shafiyyur Rahman al Mubarakfurry” (wagroup onedayonesiroh) https://www.chanelmuslim.com/
“Jika ini dibiarkan, lenyap sudah impianku untuk menjadi pemimpin Madinah lagi seperti dulu!” demikian pikirnya. “Aku harus mencari jalan untuk menjauhkan Muhammad dari umatnya.”
Abdullah bin Ubay mulai menebarkan desas-desus, “Mengapa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberi bagian harta rampasan kepada Utsman bin Affan? Padahal, Utsman tidak ikut ke Perang Badar! Ini pasti karena Utsman lebih dicintai dari kita semua!”
Namun para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam segera
mendatangi Abdullah bin Ubay dan memberinya peringatan agar tidak
menyebarkan desas-desus. “Utsman sudah berkeras ingin pergi, tetapi
Rasullullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan agar tinggal di
rumah dan merawat Rukoyah, putrinya yang sedang sakit! Jadi, sebenarnya
Utsman juga berhak atas rampasan perang!” demikian kata beberapa
sahabat.
Abdullah bin Ubay terdiam, tetapi ia pun mencari jalan lain. Kemudian disebarkannya desas-desus “Muhammad itu mengajarkan agar kita berpaling dari harta dunia, tapi sebenarnya harta tebusan yang banyak itu ia gunakan untuk makan dan minum enak serta memiliki perabotan rumah yang mewah layaknya Kaisar Persia!”
Sambil menebarkan desas desus itu Abdullah bin Ubay diam-diam mendatangi seorang wanita Anshar dan menyuruhnya memberikan permadani yang indah dan sangat mahal kepada Bunda Aisyah.
Abdullah bin Ubay terdiam, tetapi ia pun mencari jalan lain. Kemudian disebarkannya desas-desus “Muhammad itu mengajarkan agar kita berpaling dari harta dunia, tapi sebenarnya harta tebusan yang banyak itu ia gunakan untuk makan dan minum enak serta memiliki perabotan rumah yang mewah layaknya Kaisar Persia!”
Sambil menebarkan desas desus itu Abdullah bin Ubay diam-diam mendatangi seorang wanita Anshar dan menyuruhnya memberikan permadani yang indah dan sangat mahal kepada Bunda Aisyah.
Tanpa curiga, Bunda Aisyah yang masih muda pun menerimanya dengan riang.
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendengar berita ini, beliau segera pulang dan mendapati ibunda Aisyah sedang duduk-duduk di atas permadani yang mahal itu. Wajah bunda Aisyah berseri-seri memiliki perabotan seindah itu.
“Aisyah,apa ini?” tanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam
“Seorang wanita Anshar datang ke sini dan melihat tikarmu,” jawab Bunda Aisyah. “Ia kemudian mengutus orang agar menyampaikan permadani ini kepadaku.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyuruh Bunda Aisyah mengembalikan permadani itu. Kemudian beliau tidur di atas tikarnya yang biasa.
Abdullah bin Ubay walaupun telah menyatakan diri sebagai Muslim dia tetap bersikap keras kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang menganggap Rasulullah tidak adil karena dianggap perampas kekuasaannya akan dipegangnya sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam datang ke Madinah. Abdullah bin Ubay pun selalu berusaha memalingkan manusia dari ajaran Islam.
Umar Bin Khathab bergegas mendatangi rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia ingin membuktikan bahwa desas-desus yang disebarkan orang tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang memiliki perabot mewah itu sama sekali tidak benar.
Ketika Umar sampai di rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, sama sekali tidak dilihatnya perabot-perabot mewah yang didesas desuskan itu. Rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetap seperti dulu, tidak ada sama sekali yang berubah. Mengetahui Umar Bin Khattab datang, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bangun dari atas tikarnya. Seketika itu, Umar melihat bekas-bekas tikar yang kasar menempel pada tubuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Tidak kuat menahan haru akhirnya Umar menangis.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berpaling heran lalu beliau bertanya lembut, “Ya Umar, Apa yang menyebabkan kau menangis?”
“Bagaimana aku tidak akan melahirkan air mata jika aku melihat bekas-bekas tikar itu melekat pada tulang rusukmu. Hanya inilah harta kekayaanmu yang aku tahu. Sedangkan Kaisar Romawi dan Persia hidup dalam gelimangan harta benda.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam merasakan betul kesedihan Umar. Beliau lalu menghibur Umar dengan memberikan pelajaran bahwa nilai seseorang tidaklah ditentukan oleh harta kekayaan yang dimilikinya, tetapi tergantung pada kemampuannya untuk menyebarkan kebahagiaan kepadanya orang lain. Kebajikan akan membuat seseorang menjadi kekal. Orang yang terus-menerus melakukan kebaikan akan menghasilkan buah kebaikan pula untuk selama-lamanya.
Dengarlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam agar kita selalu bersyukur. “Apabila diantara kamu sekalian melihat orang yang dianugerahi harta dan rupa maka hendaklah ia melihat orang yang lebih rendah daripada mereka karena hal itu lebih pantas agar kamu tidak merasa kekurangan nikmat yang Allah berikan kepadamu.” (w)
kisah diambil dari berbagai sumber siroh nabawiyah “Syaikh Shafiyyur Rahman al Mubarakfurry” (wagroup onedayonesiroh) https://www.chanelmuslim.com/
Najran dan kelompoknya serta semua penganut agama Nasrani di seluruh dunia berada dalam perlindungan Allah dan pembelaan Muhammad Rasulullah menyangkut harta benda, jiwa dan agama mereka, baik yang hadir (dalam pertemuan ini) maupun yang gaib. Termasuk juga keluarga mereka, tempat-tempat ibadah mereka dan segala sesuatu yang berada dalam wewenang mereka, sedikit atau banyak.Saya berjanji melindungi pihak mereka, dan membela mereka, gereja dan tempat-tempat ibadah mereka serta tempat-tempat pemukiman para rahib dan pendeta-pendeta mereka demikian juga tempat-tempat suci yang mereka kunjungi. Saya juga berjanji memelihara agama mereka dan cara hidup mereka – di mana pun mereka berada- sebagaimana pembelaaan saya kepada diri dan keluarga dekat saya serta orang-orang Islam yang seagama dengan saya. Karena saya telah menyerahkan kepada mereka perjanjian yang dikukuhkan Allah bahwa mereka memiliki hak serupa dengan hak kaum muslimin, dan kewajiban serupa dengan kewajiban mereka. Kaum muslimin pun berkewajiban seperti kewajiban mereka berdasar kewajiban memberi perlindungan dan pembelaan kehormatan sehingga kaum muslimin berkewajiban melindungi mereka dari segala macam keburukan dan dengan demikian mereka menjadi sekutu dengan kaum muslimin menyangkut hak dan kewajiban.(diriwayatkan antara antara lain oleh Abu Daud, dan dikutip dengan berbagai riwayat oleh Abi Yusuf dalam bukunya Al-Kharaj, Ibnu Al-Qayyim dalam Zad al-Ma’ad dan lain-lain dan dapat diunduh di Google.
Tidak boleh uskup dari keuskupan mereka diubah, tidak juga kekuasaan mereka, atau apa yang selama ini mereka miliki. Tidak boleh juga dituntut seseorang atas kesalahan orang lain, sebagaimana tidak boleh memasukkan bangunan mereka ke bangunan mesjid, atau perumahan kaum muslimin. Tidak boleh juga mereka dibebani kezaliman menyangkut pernikahan yang mereka tidak setujui. Keluarga wanita masyarakat Nasrani tidak boleh dipaksa mengawinkan anak perempuannya kepada pria kaum muslimin. Mereka tidak boleh disentuh oleh kemudharatan kalau mereka menolak lamaran atau enggan mengawinkan karena perkawinan tidak boleh terjadi kecuali dengan kerelaan hati. Apabila seorang wanita Nasrani menjadi isteri seorang muslim maka sang suami harus menerima baik keinginan isterinya untuk menetap dalam agamanya dan mengikuti pemimpin agamanya serta melaksanaka tuntunan kepercayaannya. Tidak boleh hal ini dilanggar. Siapa yang melanggar dan memaksa isterinya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan urusan agamanya, maka dia telah melanggar perjanjian (yang dikukuhkan) Allah dan mendurhakai janji Rasul-Nya dan dia tercatat disisi Allah sebagai salah seorang Pembohong.
Buat para penganut agama Nasrani, bila mereka memerlukan sesuatu untuk perbaikan tempat ibadah mereka, atau satu kepentingan mereka dan agama mereka, bila mereka membutuhkan bantuan dari kaum muslimin maka hendaklah mereka dibantu dan bantuan itu bukan merupakan hutang yang dibebankan kepada mereka tetapi dukungan buat mereka demi kemaslahatan agama mereka serta pemenuhan janji Rasul (Muhammad saw.) kepada mereka dan anugerah dari Allah dan Rasul-Nya buat mereka. Tidak boleh seorang Nasrani dipaksa untuk memeluk agama Islam “Janganlah mendebat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berselisih pendapat denganmu kecuali dengan cara yang paling baik. Kecuali dengan orang-orang yang melampaui batas dan katakan, “Kami percaya dengan apa yang diturunkan Allah kepada kami, (Al-Qur’ân), juga dengan apa yang diturunkan kepada kalian (Tawrât dan Injîl). Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu. Dan kami hanya tunduk kepada-Nya semata.” (Q.S. al-‘Ankabut 46). Mereka hendaknya diberi perlindungan berdasar kasih sayang dan dicegah segala yang buruk yang dapat menimpa mereka kapan dan dimanapun.
Demikian janji Rasulullah Muhammmad SAW.http://www.albert.sukmono.web.id/
Pagi-pagi buta Abu Dzar pergi lagi ke Ka’bah. Telah beberapa hari
dirinya menginap di Mekkah. Tiba-tiba ada yang menghampirinya dan
menegur. Ia mengajak Abu Dzar ke rumahnya. Keduanya tidak saling
mengenal dan berbicara. ” Apakah anda mau mengatakan kepadaku, apa yang
sebenarnya mendorong anda datang ke kota ini?” tanya orang tersebut.
Abdu Dzarpun menjawab, “Kalau Anda berjanji akan memberi petunjuk
kepadaku, pertanyaan Anda akan kujawab.” Keduanyapun kemudian
bersepakat.
Abud Dzar mengatakan bawha dirinya pergi ke Mekkah sedang mencari seorang Nabi yang datang membawa kebenaran. Kemudian orang itu berkata, “Baik, besok pagi ikutilah aku. Tetapi aku khawatir kalau ada orang yang melihat Anda. Karena itu Anda supaya berjalan agak jauh di belakangku. Bila ada orang yang melihat aku akan berhenti pura-pura buang air kecil. Apabila anda melihat aku berjalan lagi ikutilah dari belakang, kemudian jika anda melihat aku masuk ke dalam sebuah rumah ikutlah masuk melalui pintu yang kulalui!”
Keesokan harinya Abdu Dzar berangkat dan mengikutinya dari kejauhan. Akhirnya masuklah ke sebuah rumah.Ketika Abu Dzar masuk, ternyata didalam rumah itu terdapat beberapa orang yang sedang berkumpul. Tahulah di kemudian hari bahwa yang mengajak ker rumah tersebut adalah datang Ali bin Abu Thalib. Maka Abu Dzarpun bertemu Muhammad Rasulullah saw. Dan rumah yang yang dimasukinya adalah rumah Al Arqam bin Abi Arqam.
Ya, rumah Al Arqam. Rumah perjuangan Rasulullah saw. di rumah itu tiap hari kumpul 40 sahabat yang menjadi pemeluk Islam pertama-ama. Di situlah awal mula perjuangan Rasulullah dalam nenegakkan risalah Islam. Ada yang unik dari sang pemilik rumah. Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam bisa dikatakan sahabat misterius.di Mekkah dikenala sebagai saudagar masyhur dari Bani Makhzum. Dalam catatan disebutkan sebagai orang ke tujuh dari assabiqunal awwalun. Tinggalnya tidak jauh dari bukit Safa.
Letaknya yang memang menjadi tempat yang stretegis untuk menyebarkan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Rasulullah saw. memilih rumah ini karena orang-orang musyrik Mekah tidak mengetahui bahwa al-Arqam telah masuk Islam. sebab lainnya rumah Al Arqam sangat dekat dengan Masjidil Haram dan Ka’bah. Ditambah lagi al-Arqam memeluk Islam pada umur 16 tahun. Jadi kaum Quraisy tidak berfikir bahwa perkumpulan dilakukan di rumah al-Arqam melainkan di tempat umat muslim yang sudah senior.. Banyak sekali orang memeluk Islam di rumah Al-Arqam hingga Umar bin Khattab masuk Islam sebagai orang yang berbaiat terakhir di rumah Al Arqam. Setelah Islam didakwahkan secara terang – terangan. Selain itu Arqam bin Arqam adalah keluarga bani (suku) Makhzum. Kala itu bani Makhzum ini adalah suku yang paling memusuhi dan menyaingi Bani Hasyim.
Ar Arqam adalah sahabat yang misterius. Hingga kini sejarawan sangat sedikit yang mengetahui tentangnya. Sosoknya hampir kalah dengan ketenaran rumahnya. Al-Arqam termasuk orang Muhajirin yang pertama hijrah ke Madinah. Perjuangannya menegakkan kebenaran tidak diragukan lagi. Al Arqam ikut dalam perang Badar. Al Arqam wafat pada tahun 55 H di kota Madinah, dia meninggal pada umur delapan puluhan.
islam.co
Abud Dzar mengatakan bawha dirinya pergi ke Mekkah sedang mencari seorang Nabi yang datang membawa kebenaran. Kemudian orang itu berkata, “Baik, besok pagi ikutilah aku. Tetapi aku khawatir kalau ada orang yang melihat Anda. Karena itu Anda supaya berjalan agak jauh di belakangku. Bila ada orang yang melihat aku akan berhenti pura-pura buang air kecil. Apabila anda melihat aku berjalan lagi ikutilah dari belakang, kemudian jika anda melihat aku masuk ke dalam sebuah rumah ikutlah masuk melalui pintu yang kulalui!”
Keesokan harinya Abdu Dzar berangkat dan mengikutinya dari kejauhan. Akhirnya masuklah ke sebuah rumah.Ketika Abu Dzar masuk, ternyata didalam rumah itu terdapat beberapa orang yang sedang berkumpul. Tahulah di kemudian hari bahwa yang mengajak ker rumah tersebut adalah datang Ali bin Abu Thalib. Maka Abu Dzarpun bertemu Muhammad Rasulullah saw. Dan rumah yang yang dimasukinya adalah rumah Al Arqam bin Abi Arqam.
Ya, rumah Al Arqam. Rumah perjuangan Rasulullah saw. di rumah itu tiap hari kumpul 40 sahabat yang menjadi pemeluk Islam pertama-ama. Di situlah awal mula perjuangan Rasulullah dalam nenegakkan risalah Islam. Ada yang unik dari sang pemilik rumah. Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam bisa dikatakan sahabat misterius.di Mekkah dikenala sebagai saudagar masyhur dari Bani Makhzum. Dalam catatan disebutkan sebagai orang ke tujuh dari assabiqunal awwalun. Tinggalnya tidak jauh dari bukit Safa.
Letaknya yang memang menjadi tempat yang stretegis untuk menyebarkan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Rasulullah saw. memilih rumah ini karena orang-orang musyrik Mekah tidak mengetahui bahwa al-Arqam telah masuk Islam. sebab lainnya rumah Al Arqam sangat dekat dengan Masjidil Haram dan Ka’bah. Ditambah lagi al-Arqam memeluk Islam pada umur 16 tahun. Jadi kaum Quraisy tidak berfikir bahwa perkumpulan dilakukan di rumah al-Arqam melainkan di tempat umat muslim yang sudah senior.. Banyak sekali orang memeluk Islam di rumah Al-Arqam hingga Umar bin Khattab masuk Islam sebagai orang yang berbaiat terakhir di rumah Al Arqam. Setelah Islam didakwahkan secara terang – terangan. Selain itu Arqam bin Arqam adalah keluarga bani (suku) Makhzum. Kala itu bani Makhzum ini adalah suku yang paling memusuhi dan menyaingi Bani Hasyim.
Ar Arqam adalah sahabat yang misterius. Hingga kini sejarawan sangat sedikit yang mengetahui tentangnya. Sosoknya hampir kalah dengan ketenaran rumahnya. Al-Arqam termasuk orang Muhajirin yang pertama hijrah ke Madinah. Perjuangannya menegakkan kebenaran tidak diragukan lagi. Al Arqam ikut dalam perang Badar. Al Arqam wafat pada tahun 55 H di kota Madinah, dia meninggal pada umur delapan puluhan.
islam.co
Rasulullah saw. adalah gambaran aplikasi nyata bagi agama ini, bagaimana petunjuk beliau, perbuatannya, perintah dan larangannya.
beliau melakukan perdamaian juga berperang, beliau tinggal juga melakukan perjalanan, beliau menjual juga membeli, beliau memberi dan menerima, beliau tidak hidup dengan sendiri, dan tidak melakukan perjalanan dengan sendiri.
orang-orang islam tidak tertimpa musibah kecuali karna di sebabkan mereka lalai dari mengikuti rasulullah saw., tidak mengambil petunjuk beliau, dan mengabaikan sunnah beliau, sementara allah swt. telah menegaskan di dalam al qur’an dengan firmannya “sungguh rasulullah saw.
bagi kalian adalah suri tauladan yang paling baik ”. sebagian muslim hanya membaca sejarah rasulullah saw. di tempat-tempat pertemuan, di acara-acara tertentu dan tidak lebih dari itu, sementara yang di inginkan dari membaca sejarah rasulullah saw.
ialah agar bisa di jadikan petunjuk dan bentuk aplikasi di dalam kehidupan ini, dan sebagian lagi ada yang membacanya hanya untuk mendapatkan berkah darinya, atau sekedar ingin mengetahui kejadian-kejadian di dalamnya, atau sekedar hanya untuk menghafal peperangan beliau, hari-harinya, utusan-utusan beliau, dan pasukan muslim yang di kirim ke negeri lain. hal ini semua mungkin di karenakan ketidak tahuan mengenai dasar bentuk bagaimana mengikuti rasulullah saw., petunjuknya dan meneladaninya, dan tidak mengetahui bahwa hal ini adalah termasuk rukun kecintaan kepada rasulullah saw. atau tidak mengetahui hal-hal apa yang patut di contoh dari rasulullah saw.
dari sejarah beliau, karena lemahnya kemampuan untuk mengeluarkan hukum dari hal tersebut atau karena kurang membaca kitab-kitab para alim ulama, dari sinilah pentingnya mengeluarkan pelajaran-pelajaran kemudian menyimpulkan faidah-faidah serta nasihat-nasihat melalui pelajaran sejarah rasulullah saw. sejarah rasulullah saw. di pelajari bukan untuk sekedar mengutip darinya kejadian-kejadian atau kisah-kisah yang terdapat di dalamnya, atau hanya untuk mengetahui tahun kejadian terjadinya kejadian-kejadian yang terdapat di dalamnya, atau membacanya hanya karena ingin mengetahui para pahlawan atau sang juara di dalamnya, hal tersebut adalah salah satu contoh mempelajari sejarah tanpa ingin mengambil faidah darinya, sementara seorang muslim mempelajari sejarah nabi karena beberapa alasan, di antaranya : satu: rasulullah saw. adalah suri tauladan, hal tersebut merupakan hal yang harus di taati dan di ikuti, allah swt. berfirman : “ sesungguhnya telah ada pada diri rasullah saw. itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut allah “. ( q.s. al ahzab ayat 21). di dalam surah yang lain allah swt. berfirman : “ dan jika kamu ta’at kepadanya niscaya kamu dapat petunjuk “.
(q s. an nur ayat 54 ). allah swt. berfirman : “ barang siapa yang menta’ti rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati allah swt.”. (q s. an nisaa’ ayat 80 ). allah swt. berfirman : “ katakanlah : ‘jika kamu benar-benar mencintai allah, ikutilah aku, niscaya allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. “ allah maha pengampun lagi maha penyayang”. ( qs. ali’imran ayat 31 ). beliau adalah bentuk, gambar aplikasi nyata terhadap islam, tanpa mempelajari sejarah rasulullah saw. kita tidak tahu bagaimana menta’ati allah dan menyembah-nya. · dengan sejarah rasulullah saw.
para da’i mengambil cara-cara berdakwah dan fase-fasenya, dengan hal tersebut mereka mengetahui (para dai) bagaimana kerja keras, kesungguhan rasulullah saw. berdakwah demi untuk menegakkan, meninggikan kalimat allah swt. dan bagaimana menyikapi kesulitan-kesulitan yang menghadang serta bagaimana sikap yang benar ketika berhadapan dengan ujian dan cobaan. · dengan mempelajarinya kita dapat mengetahui cara-cara pendidikan yang benar. dengan mempelajarinya kita dapat mengetahui cara menjadi pemimpin yang benar. ·
dengan mempelajarinya kita dapat mengetahui cara hidup yang sederhana atau zuhud dan tujuannya. ·
dengan mempelajarinya kita dapat mengetahui cara berdagang yang baik, tatanannya. · orang-orang yang tertimpa ujian dapat mengambil faidah dari mempelajari sejarah nabi saw. bagaimana tingkatan-tingkatan sabar dan tetap punya pendirian yang kuat dengan tetap berjalan sesuai dengan metode beliau dengan keyakinan kepada allah swt. bahwa kemenangan akan di raih oleh orang-orang yang bertakwa. · para alim ulama dapat mengambil faidah dari mempelajari sejarah rasullah saw. yaitu membantu mereka memahami kitab allah swt. mereka mendapatkan di dalam sejarah tersebut ilmu-ilmu yang benar tentang ilmu-ilmu islam yang beraneka ragam. dengannya mereka mengetahui ilmu naasikh wal mansuukh, asbabun nuzuul, dan ilmu-ilmu yang lain. ·
dengan sejarah rasulullah saw. seluruh umat secara universal dapat mengetahui akhlak dan etika-etika yang terpuji. oleh karena itu ibnu katsir mengatakan: “ seni ini harus di perhatikan dengan baik, dan mengambil i’tibar dengan perintahnya, dan mempersiapkan diri untuk hal tersebut, sebagaimana yang telah di riwayatkan oleh muhammad bin umar al waaqidy dari abdullah bin umar bi aly dari ayahnya aku mendengar aly bin husain berkata: “ kami mempelajari sejarah perjuangan rasulullah saw. sebagaimana kami mempelajari surah dari al qur’an “. al waaqidy berkata: “ dan aku telah mendengar muhammad bin abdullah berkata: “ aku telah mendengar pamanku az zuhry berkata: “ di dalam ilmu sejarah perjuangan rasulullah saw. terdapat ilmu dunia dan akhirat “. ismail bin muhammad bin sa’ad bin abi waqqas berkata: “ ayahku telah mengajari kami sejarah perjuangan rasulullah saw. dan berpesan kepada kami, dengan mengatakan: “ ini adalah karya nenek moyang kalian maka janganlah kalian menyia-nyiakan dengan tidak mengingatnya ”.
sejarah telah mencatat berapa banyak orang hebat seperti raja, patriot, penyair dan filosof, namun siapa di antara mereka yang meninggalkan suri tauladan yang di teladani umat sedunia??? sejarah telah selesai mencatat mereka tidak ada yang tersisa dari mereka sedikitpun, sekalipun sebagian dari mereka nama-namanya masih ada. banyak sejarah orang-orang besar yang hanya menjadi bahan tertawaan orang-orang di sepanjang sejarah : di mana raja namrud yang telah berkata kepada nabi ibrahim as. “saya dapat menghidupkan dan mematikan”. (qs. al baqarah ayat 258 ). dimana perkataan fir’aun yang mengatkan: “ saya adalah tuhan kalian yang paling tinggi” ( qs. an naazi’aat ayat 24 ). dan dia berkata lagi : “ dan berkata fir’aun: hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku ”.
( qs. al qashash ayat 38 ). orang-orang tersebut yang telah menjadi orang hebat pada zamannya justru sekarang menjadi bahan cemohan dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, orang dewasa, orang berilmu dan yang tidak berilmu, jika mereka dapat menipu dan menakut-nakuti kaum mereka di zamannya lalu kaumnya tunduk kepadanya, namun setelah mereka lengser dan hancur muncullah kebiadaban mereka, dan mereka menjadi bahan cemohan di sepanjang zaman. sesungguhnya sejarah rasulullah saw. datang untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan syirik dan akhlak serta kerusakan ibadah dan perbuatan kepada cahaya tauhid, iman dan amal saleh , “hai nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada agama allah dengan izin-nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi ”.
(qs. al ahzaab ayat 45-46 ). kedua: kita mempelajari sejarah nabi saw. agar makin bertambah iman dan keyakinan kita dengan kebenarannya. dengan memperhatikan mukjizat beliau serta tanda-tanda kenabiannya membuat semakin bertambahnya iman dan keyakinan kita tentang kebenaran rasulullah saw. maka mempelajari sejarah nabi saw. dan kejadian-kejadian yang tercatat dalam kitab-kitab sejarah nabi saw. dan kehidupan beliau secara sempurna, menunjukkan tentang kemuliaan beliau dan kebenarannya. ketiga: agar tertanam di hati kita rasa cinta, terhadap apa yang di catat oleh sejarah mengenai akhlak beliau yang mulia, interaksi beliau yang ramah, kesungguhan beliau agar manusia mendapatkan petunjuk untuk kebaikan mereka, beliau mengorbankan tenaga, harta dan jiwanya untuk mengeluarkan manusia dari alam kegelapan kepada alam yang penuh dengan cahaya (tauhid), membawa umatnya dari keadaan yang buruk menjadi keadaan yang bahagia, dan kesungguhan rasulullah saw. untuk menjauhkan umatnya dari kesulitan yang di alami mereka dan menentramkannya.
sumber : http://rasoulallah.net/i
bagi kalian adalah suri tauladan yang paling baik ”. sebagian muslim hanya membaca sejarah rasulullah saw. di tempat-tempat pertemuan, di acara-acara tertentu dan tidak lebih dari itu, sementara yang di inginkan dari membaca sejarah rasulullah saw.
ialah agar bisa di jadikan petunjuk dan bentuk aplikasi di dalam kehidupan ini, dan sebagian lagi ada yang membacanya hanya untuk mendapatkan berkah darinya, atau sekedar ingin mengetahui kejadian-kejadian di dalamnya, atau sekedar hanya untuk menghafal peperangan beliau, hari-harinya, utusan-utusan beliau, dan pasukan muslim yang di kirim ke negeri lain. hal ini semua mungkin di karenakan ketidak tahuan mengenai dasar bentuk bagaimana mengikuti rasulullah saw., petunjuknya dan meneladaninya, dan tidak mengetahui bahwa hal ini adalah termasuk rukun kecintaan kepada rasulullah saw. atau tidak mengetahui hal-hal apa yang patut di contoh dari rasulullah saw.
dari sejarah beliau, karena lemahnya kemampuan untuk mengeluarkan hukum dari hal tersebut atau karena kurang membaca kitab-kitab para alim ulama, dari sinilah pentingnya mengeluarkan pelajaran-pelajaran kemudian menyimpulkan faidah-faidah serta nasihat-nasihat melalui pelajaran sejarah rasulullah saw. sejarah rasulullah saw. di pelajari bukan untuk sekedar mengutip darinya kejadian-kejadian atau kisah-kisah yang terdapat di dalamnya, atau hanya untuk mengetahui tahun kejadian terjadinya kejadian-kejadian yang terdapat di dalamnya, atau membacanya hanya karena ingin mengetahui para pahlawan atau sang juara di dalamnya, hal tersebut adalah salah satu contoh mempelajari sejarah tanpa ingin mengambil faidah darinya, sementara seorang muslim mempelajari sejarah nabi karena beberapa alasan, di antaranya : satu: rasulullah saw. adalah suri tauladan, hal tersebut merupakan hal yang harus di taati dan di ikuti, allah swt. berfirman : “ sesungguhnya telah ada pada diri rasullah saw. itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut allah “. ( q.s. al ahzab ayat 21). di dalam surah yang lain allah swt. berfirman : “ dan jika kamu ta’at kepadanya niscaya kamu dapat petunjuk “.
(q s. an nur ayat 54 ). allah swt. berfirman : “ barang siapa yang menta’ti rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati allah swt.”. (q s. an nisaa’ ayat 80 ). allah swt. berfirman : “ katakanlah : ‘jika kamu benar-benar mencintai allah, ikutilah aku, niscaya allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. “ allah maha pengampun lagi maha penyayang”. ( qs. ali’imran ayat 31 ). beliau adalah bentuk, gambar aplikasi nyata terhadap islam, tanpa mempelajari sejarah rasulullah saw. kita tidak tahu bagaimana menta’ati allah dan menyembah-nya. · dengan sejarah rasulullah saw.
para da’i mengambil cara-cara berdakwah dan fase-fasenya, dengan hal tersebut mereka mengetahui (para dai) bagaimana kerja keras, kesungguhan rasulullah saw. berdakwah demi untuk menegakkan, meninggikan kalimat allah swt. dan bagaimana menyikapi kesulitan-kesulitan yang menghadang serta bagaimana sikap yang benar ketika berhadapan dengan ujian dan cobaan. · dengan mempelajarinya kita dapat mengetahui cara-cara pendidikan yang benar. dengan mempelajarinya kita dapat mengetahui cara menjadi pemimpin yang benar. ·
dengan mempelajarinya kita dapat mengetahui cara hidup yang sederhana atau zuhud dan tujuannya. ·
dengan mempelajarinya kita dapat mengetahui cara berdagang yang baik, tatanannya. · orang-orang yang tertimpa ujian dapat mengambil faidah dari mempelajari sejarah nabi saw. bagaimana tingkatan-tingkatan sabar dan tetap punya pendirian yang kuat dengan tetap berjalan sesuai dengan metode beliau dengan keyakinan kepada allah swt. bahwa kemenangan akan di raih oleh orang-orang yang bertakwa. · para alim ulama dapat mengambil faidah dari mempelajari sejarah rasullah saw. yaitu membantu mereka memahami kitab allah swt. mereka mendapatkan di dalam sejarah tersebut ilmu-ilmu yang benar tentang ilmu-ilmu islam yang beraneka ragam. dengannya mereka mengetahui ilmu naasikh wal mansuukh, asbabun nuzuul, dan ilmu-ilmu yang lain. ·
dengan sejarah rasulullah saw. seluruh umat secara universal dapat mengetahui akhlak dan etika-etika yang terpuji. oleh karena itu ibnu katsir mengatakan: “ seni ini harus di perhatikan dengan baik, dan mengambil i’tibar dengan perintahnya, dan mempersiapkan diri untuk hal tersebut, sebagaimana yang telah di riwayatkan oleh muhammad bin umar al waaqidy dari abdullah bin umar bi aly dari ayahnya aku mendengar aly bin husain berkata: “ kami mempelajari sejarah perjuangan rasulullah saw. sebagaimana kami mempelajari surah dari al qur’an “. al waaqidy berkata: “ dan aku telah mendengar muhammad bin abdullah berkata: “ aku telah mendengar pamanku az zuhry berkata: “ di dalam ilmu sejarah perjuangan rasulullah saw. terdapat ilmu dunia dan akhirat “. ismail bin muhammad bin sa’ad bin abi waqqas berkata: “ ayahku telah mengajari kami sejarah perjuangan rasulullah saw. dan berpesan kepada kami, dengan mengatakan: “ ini adalah karya nenek moyang kalian maka janganlah kalian menyia-nyiakan dengan tidak mengingatnya ”.
sejarah telah mencatat berapa banyak orang hebat seperti raja, patriot, penyair dan filosof, namun siapa di antara mereka yang meninggalkan suri tauladan yang di teladani umat sedunia??? sejarah telah selesai mencatat mereka tidak ada yang tersisa dari mereka sedikitpun, sekalipun sebagian dari mereka nama-namanya masih ada. banyak sejarah orang-orang besar yang hanya menjadi bahan tertawaan orang-orang di sepanjang sejarah : di mana raja namrud yang telah berkata kepada nabi ibrahim as. “saya dapat menghidupkan dan mematikan”. (qs. al baqarah ayat 258 ). dimana perkataan fir’aun yang mengatkan: “ saya adalah tuhan kalian yang paling tinggi” ( qs. an naazi’aat ayat 24 ). dan dia berkata lagi : “ dan berkata fir’aun: hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku ”.
( qs. al qashash ayat 38 ). orang-orang tersebut yang telah menjadi orang hebat pada zamannya justru sekarang menjadi bahan cemohan dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, orang dewasa, orang berilmu dan yang tidak berilmu, jika mereka dapat menipu dan menakut-nakuti kaum mereka di zamannya lalu kaumnya tunduk kepadanya, namun setelah mereka lengser dan hancur muncullah kebiadaban mereka, dan mereka menjadi bahan cemohan di sepanjang zaman. sesungguhnya sejarah rasulullah saw. datang untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan syirik dan akhlak serta kerusakan ibadah dan perbuatan kepada cahaya tauhid, iman dan amal saleh , “hai nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada agama allah dengan izin-nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi ”.
(qs. al ahzaab ayat 45-46 ). kedua: kita mempelajari sejarah nabi saw. agar makin bertambah iman dan keyakinan kita dengan kebenarannya. dengan memperhatikan mukjizat beliau serta tanda-tanda kenabiannya membuat semakin bertambahnya iman dan keyakinan kita tentang kebenaran rasulullah saw. maka mempelajari sejarah nabi saw. dan kejadian-kejadian yang tercatat dalam kitab-kitab sejarah nabi saw. dan kehidupan beliau secara sempurna, menunjukkan tentang kemuliaan beliau dan kebenarannya. ketiga: agar tertanam di hati kita rasa cinta, terhadap apa yang di catat oleh sejarah mengenai akhlak beliau yang mulia, interaksi beliau yang ramah, kesungguhan beliau agar manusia mendapatkan petunjuk untuk kebaikan mereka, beliau mengorbankan tenaga, harta dan jiwanya untuk mengeluarkan manusia dari alam kegelapan kepada alam yang penuh dengan cahaya (tauhid), membawa umatnya dari keadaan yang buruk menjadi keadaan yang bahagia, dan kesungguhan rasulullah saw. untuk menjauhkan umatnya dari kesulitan yang di alami mereka dan menentramkannya.
sumber : http://rasoulallah.net/i
Di
zaman yang penuh dengan tekanan masyarakat dan penyakit-penyakit jiwa,
manusia sangat membutuhkan senyuman, seperti senyuman yang telah di
praktekkan oleh muhammad saw. kepada wajah-wajah yang telah beriman
kepada risalahnya.
rasulullah
saw. dan para pengikutnya yang beriman kepadanya dan yang menekuni
ajarannya terhindar dari keletihan hidup dan tekanan masayarakat, dan
mereka terhindar dari krisis-krisis
kejiwaan yang menyebabkan susahnya kehidupan manusia, beliau dan para
pengikutnya mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman hati.
senyum adalah salah satu syi’ar muhammad saw. dalam segala tindakannya, di
mana beliau tidak memandang kecuali dengan senyuman, senyumannya yang
manis menghapus kepedihan orang yang menemuinya, dan mengobati luka
orang yang menemaninya.
dari abdullah ibn harits mengatakan: “ aku tidak pernah melihat seorangpun banyak tersenyum dari rasulullah”.
akan
tetapi rasulullah saw. tidak keluar dari batas-batas etika dan
kemuliaan dengan banyak tertawa terbahak-bahak akan tetapi beliau
tersenyum dengan penuh etika dan terhormat.
dari abdullah ibn harits berkata: “ rasulullah saw. tidak pernah tertawa kecuali tersenyum”. (hr. tirmidzi).
artinya
beliau tertawa dengan sederhana tanpa membuka lebar mulutnya dan
terbahak-bahak yang tidak sesuai dengan etika yang baik dan kemuliaan.sumber : http://rasoulallah.net/
Siapa
yang membaca dan meniliti sejarah kehidupan orang-orang besar dan para
pemimpin yang telah meraih kemenangan setelah mengalami kekalahan, dia
akan mendapati pada diri mereka satu sifat yang di miliki oleh mereka
semua, tidak ada yang selamat dari sifat tersebut kecuali para nabi
yaitu sifat pembalasan dendam.
akan
tetapi muhammad saw. telah memberikan satu contoh yang sangat ideal
ketika telah meraih kemenangan, walaupun beliau telah terusir dari
mekkah dan tertahan semua harta bendanya dan teraniya oleh penduduk
mekkah dengan penganiyaan yang sangat pedih di permulaan kenabian
beliau, akan tetapi setelah beliau meraih kemenangan, jiwanya yang agung
dan akhlaknya yang mulia tidak
memperkenankan untuk membalas dendam, bahkan beliau memaafkan setiap
yang telah menzaliminya dan memaafkan setiap orang dengan pemaafan yang
umum, sementara beliau mampu untuk membalas dendam kepada mereka dengan
pembalasan yang pedih.
beliau bersabda kepada mereka: “pergilah kalian! karena kalian bebas..”.
demikianlah
islam telah mendidik muhammad saw. dan para pengikutnya dengan akhlak
yang mulia ini, yang terbebas dari segala ikatan sifat egois. bagaimana
tidak, sementara kitabnya yang di turunkan kepadanya mengatakan: “
jadilah engkau pemaaf! dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta
berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”. (qs. al a’raaf: 199).
muhammad rasulullah saw. adalah seorang yang menyukai kemudahan
muhammad
saw. senang mempermudah urusan orang lain, dan tidak menyukai sikap
keras terhadap orang lain dan mempersulit urusan mereka.
beliau
saw. bersabda kepada para pengikutnya: “gembirakanlah mereka dan jangan
bersikap keras terhadap mereka, mudahkanlah mereka dan jangan
persulit”.
beliau juga bersabda: “sesungguhnya kalian di utus untuk mempermudah mereka, dan kalian tidak di utus untuk mempersulit mereka”.sumber : http://rasoulallah.net/
diantara
hal-hal yang membedakan muhammad saw. dan agamanya dari agama-agama
yang lain dan teori-teori yang ada, yaitu ajarannya yang mulia yang
telah beliau berikan kepada para pengikutnya, yaitu perhatian yang
sangat besar terhadap kebersihan dan peduli lingkungan.
muhammad
saw. mensyari’atkan kepada para pengikutnya untuk mencuci anggota
badannya yang kotor, seperti wajah, mulut, hidung, kedua tangan dan
kedua kaki lima kali dalam sehari atau
lebih, adapun mencuci badan secara keseluruhan maka sepantasnya para
pengikutnya untuk lebih sering melakukan hal tersebut sesuai dengan
kemampuannya.
· mewaspadai tempat-tempat yang tercemari dengan kotoran-kotoran yang dekat dengan manusia.
· beliau saw. sangat memperingatkan para pengikutnya untuk benar-benar bersih dari kotoran sisa makanan manusia.
· mewajibkan para pengikutnya untuk membersihkan pakaian mereka yang bernajis.
· beliau
saw. mengajarkan para sahabatnya dasar kesehatan, yaitu dengan tidak
memasuki daerah yang telah terjangkiti suatu wabah dan tidak keluar dari
daerah tersebut jika mereka berada di sana, demi menjaga kesehatan
masyarakat secara umum.
inilah
diantara ajaran-ajaran dan masih banyak lagi yang lain yang di pakai
muhammad saw. dalam mengatur tatanan masyarakat secara sempurna dalam
hal kesehatan dan lingkungan yang bersih.
Beliau seorang peniliti yang adil, dia akan kagum dengan kemampuan muhammad saw. karena beliau bisa membawa rakyat yang buta huruf menjadi rakyat yang berilmu, sehingga ulama menempati posisi paling penting di dalam suatu negara dan masyarkat, ketika seorang peniliti bersungguh-sungguh meneliti rahasia keberhasilan ini, maka dia akan melihat bahwasanya allah swt. memberikan kepada muhammad saw. kemampuan pendidikan secara langsung, beliau adalah seorang orator yang hebat, seorang sastrawan yang fasih, seorang pembicara yang menarik perhatian dan seorang pendidik yang berhasil.
barangkali salah satu faktor yang mendukung keberhasilannya adalah karena beliau menggunakan cara diskusi, sangat peka terhadap keadaan, dan pengawasan pikiran terhadap segala informasi yang ada, dan hal ini mempunyai pengaruh sangat penting dalam keberhasilan muhammad saw. mendidik dan mengajar.
perhatikan contoh berikut ini, beliau bertanya kepada para sahabatnya mengenai orang yang rugi? kemudian beliau menunggu jawaban mereka, yang sebelumnya beliau sudah mengetahui bahwa mereka akan keliru dalam menjawab, akan tetapi beliau menggunakan cara diskusi secara rasional untuk menguatkan segala informasi, setelah berpikir panjang para muridnya menjawab dengan jawaban yang keliru, beliaupun mendengarkannya,
kemudian beliau memberikan jawaban yang benar, cara-cara yang lain yang mirip dengan cara pendidikan yang efektif ini banyak sekali dalam ajaran-ajaran muhammad saw.
sebagaimana juga beliau mengeluarkan beberapa instruksi kepada seluruh anak rakyat baik pemuda dan pemudi untuk belajar dengan bersungguh-sungguh, kemudian beliau memberikan motivasi untuk berbekal dengan ilmu, yang mempunyai peran penting untuk mengambil segala macam yang telah di ceritakan oleh rasulullah saw. dalam hal mendidik dan mengajar.
diantara ajaran beliau ialah: “ menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan” dan kalimat “muslim” yang di sampaikan rasulullah saw. dan yang di sampaikan oleh al qur’an yang turun kepada beliau mencakup laki-laki dan wanita.http://rasoulallah.net
barangkali salah satu faktor yang mendukung keberhasilannya adalah karena beliau menggunakan cara diskusi, sangat peka terhadap keadaan, dan pengawasan pikiran terhadap segala informasi yang ada, dan hal ini mempunyai pengaruh sangat penting dalam keberhasilan muhammad saw. mendidik dan mengajar.
perhatikan contoh berikut ini, beliau bertanya kepada para sahabatnya mengenai orang yang rugi? kemudian beliau menunggu jawaban mereka, yang sebelumnya beliau sudah mengetahui bahwa mereka akan keliru dalam menjawab, akan tetapi beliau menggunakan cara diskusi secara rasional untuk menguatkan segala informasi, setelah berpikir panjang para muridnya menjawab dengan jawaban yang keliru, beliaupun mendengarkannya,
kemudian beliau memberikan jawaban yang benar, cara-cara yang lain yang mirip dengan cara pendidikan yang efektif ini banyak sekali dalam ajaran-ajaran muhammad saw.
sebagaimana juga beliau mengeluarkan beberapa instruksi kepada seluruh anak rakyat baik pemuda dan pemudi untuk belajar dengan bersungguh-sungguh, kemudian beliau memberikan motivasi untuk berbekal dengan ilmu, yang mempunyai peran penting untuk mengambil segala macam yang telah di ceritakan oleh rasulullah saw. dalam hal mendidik dan mengajar.
diantara ajaran beliau ialah: “ menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan” dan kalimat “muslim” yang di sampaikan rasulullah saw. dan yang di sampaikan oleh al qur’an yang turun kepada beliau mencakup laki-laki dan wanita.http://rasoulallah.net
1. Fakta-Fakta Sejarah
hadits-hadits shahih Yang (valid) menunjukkan ditunjukan kepada kitd TENTANG kehidupan rasulullah saw. SEBELUM beliau di Utus Menjadi Seorang rasul, Sesuai DENGAN Kebenaran-Kebenaran berikut Penyanyi:
1. Rasulullah melihat. terlahir dari Rumah Keluarga Yang terhormat Dari Kalangan orangutan arab, beliau melihat. termasuk keluaraga terpandang hearts kaum Quraisy, mereka Dari bani hasyim, Dan Quraisy Adalah kabilah terpandang di Kalangan orangutan arab, nasabnya pagar Berkembang Dan posisinya pagar tertinggi, Telah di riwayatkan Dari ibn abbas ra. Dari Rasulullah melihat, besarbesaran Berkata.:
“Kami di ceritakan oleh yusuf bin musa al bugdady, kami di ceritakan oleh ubaidillah bin musa, dari ismail bin abi khalid, Dari yazid bin abi ziyad, Dari abdillah bin al Harits dari abbas bin abdul Mutthalib, besarbesaran Berkata: aku Berkata: wahai Rasulullah ! orang-orangutan Quraisy sedang Duduk Lalu mereka saling membicarakan Kemuliaan mereka di ANTARA mereka, kemudian mereka menjadikan Andari seperti pohon kurma fi kabwaten Dari permukaan bumi, Lalu Rasulullah melihat. bersabda: Sesungguhnya allah creates ciptaan- (nya) Maka dia menjadikan aku sebaik-Baik Dari mereka, sebaik-Baik Dari golongan mereka, sebaik-Baik Dari doa golongan, kemudian di Pilih Dari kabilah-kabilah Yang ADA kemudian dia menjadikan aku sebaik-Baik kabilah, kemudian dia memilih rumah-rumah kemudian dia menjadikan rumahku sebaik-Baik dari Rumah-rumah mereka, Maka Saya Adalah sebaik-Baik di BANDINGKAN mereka dari segi jiwa Dan rumah (Keluarga)”.
(Sunan Tirmidzi, jilid 5, hal. 584, hadits hasan).
KARENA POSISI nasab / Keluarga beliau saw. Yang Sangat terhormat Penyanyi di Kalangan orang-orangutan Quraisy, Maka kitd TIDAK PERNAH mendapati orang-orangutan Quraisy menjelek-jelekkan nasab beliau Yang terhormat, sebagaimana mereka MEMBUAT Kebohongan DENGAN menjelek-jelekkan Hal-Hal yang lain Dari beliau, Hal Suami KARENA mereka mengetahui bahwa beliau melihat. terlahir dari nasab / keturunan Yang terhormat.
2. Rasulullah melihat. Adalah Seorang anak yatim, ayahnya Yaitu abdullah Meninggal ketika beliau Masih berada hearts Kandungan ibunya Yang SEMENTARA Berjalan doa bulan, Dan ketika beliau saw. berumur Enam Tahun ibunya Yaitu aminah Meninggal, Maka Rasulullah melihat. di masa kecilnya Telah merasakan pahitnya Hidup, KARENA beliau melihat. TIDAK Sempat merasakan kasih sayang kedua orangutan tuanya, kemudian Penghasilan kena pajak ITU beliau saw. di pelihara Oleh pamannya abu thalib Sampai beliau Tumbuh DENGAN dewasa, al qur'an Telah mengisyaratkan bahwa beliau saw. Adalah Seorang anak yatim: “bukankah dia mendapatimu sebagai Seorang anak yatim, Lalu melindungimu”. (. Qs dhuha iklan: 6).
3. Rasulullah melihat. melewati empat dalam Tahun Pertama di masa kecilnya di padang pasir di bani Sa'ad, Maka beliau saw. Tumbuh DENGAN KUAT, badannya sehat, Fasih bahasanya, dan pintar menunggangi kuda, PADA Waktu beliau saw. Masih Kecil Telah terlihat bakatnya (kepintarannya) di differences padang pasir Yang Bersih Dan Tenang, Dan Di Bawah Sinar matahari Dan DENGAN udaranya yang segar.
4. kecerdasannya Sudah di ketahui PADA Waktu beliau saw. Masih Kecil, kepintarannya berkilau hearts kehidupannya Yang MEMBUAT Suka SETIAP orangutan Yang melihatnya, PADA Waktu beliau saw. Masih Kecil beliau Duduk di differences Tempat Tidur kakeknya, JIKA beliau saw. sedang Duduk diatasnya Maka TIDAK seorangpun dari paman-pamanya Yang Duduk di Tempat tersebut Bersamanya, maka paman-pamannya Mencoba untuk review menurunkannya Dari Tempat tersebut, kemudian abdul Mutthalib (kakek beliau saw.) Berkata ditunjukan kepada mereka: Biarkan dia! KARENA demi allah Sesungguhnya besarbesaran mempunyai Karakter tersendiri.
5. ketika Rasulullah melihat. Masih remaja beliau mengembala kambing untuk review Penduduk mekkah DENGAN mengambil beberap upah Dari kerjanya tersebut. aku di ceritakan Oleh imam malik, bahwasanya di Sampaikan kepadanya bahwasanya Rasulullah saw. Telah bersabda: bahwa TIDAK seorangpun Dari Seorang nabi kecuali besarbesaran Telah mengembala kambing, kemudian beliau saw. di tanya: dan anda bagaimang wahai Rasulullah? beliau melihat. Menjawab: Saya also”.
(Muwattha’Oleh imam malik, jilid: 2, Hal: 971,‘Hal Penyanyi Adalah termasuk al Balaghat’.).
kemudian Penghasilan kena pajak beliau melihat. berumur 25 Tahun, beliau BEKERJA ditunjukan kepada Khadijah binti Khuwailid ra. DENGAN memperdagangkan hartanya Dan dia memberikan upah ditunjukan kepada beliau saw.
6. Rasulullah melihat. TIDAK PERNAH Ikut berkumpul DENGAN pemuda-pemuda mekkah Yang Sebaya dengannya untuk review melakukan permainan-Permainan Yang TIDAK bermanfaat, KARENA allah swt. Telah Menjaga beliau melihat. Dari Hal tersebut. hearts kitab-kitab Mengenai Sejarah beliau saw. Telah di tulis bahwa ketika beliau berusia remaja, beliau mendengarkan nyanyian Yang di adakan di mekkah Pada Suatu Acara pernikahan, Maka beliau saw. Ingin menyaksikannya, kemudian allah swt. membuatnya tertidur, Dan beliau TIDAK terbangun kecuali Penghasilan kena pajak matahari Bersinar DENGAN terang.
Rasulullah melihat. TIDAK PERNAH menyembah berhala sebagaimana Yang di lakukan Oleh kaumnya, TIDAK PERNAH memakan sembelihan Yang di sembelih untuk review patung-patung, TIDAK PERNAH meminum khamar (arak), TIDAK PERNAH Bermain judi, Dan Rasulullah saw. TIDAK PERNAH mengucapkan kata-kata Kotor.
(Mustadrak al hakim, jilid 4, Hal: 273, tidak ada hadits: 7619).
7. di Usia beliau melihat. Yang Sudah matang, Maka kepintaran dan jiwa kebijaksanaannya makin terlihat, Hal Penyanyi DAPAT terlihat PADA Peristiwa peletakan batu hitam (hajar aswad) PADA Tempatnya di Kabbah, Dan Hal Penyanyi Adalah Bukti Yang Sangat Jelas Terhadap Kecerdasan Rasulullah saw., Bangunan Kabbah di rubuhkan kemudian bangunannya di perbaharui Kembali, Dan mereka melakukan Hal tersebut, namun ketika mereka Telah Sampai ke Tempat hajar aswad mereka saling berselisih Pendapat Mengenai siapa yang paling terhormat Dan DAPAT meletakkan hajar aswad PADA Tempatnya, Dan SETIAP Dari para kabilah Yang ADA Ingin get Kehormatan tersebut, kemudian pertentangan Semakin keras sehingga hampir Saja peperangan Terjadi di ANTARA mereka, kemudian mereka memutuskan bahwa Yang berhak memutuskan perkara Penyanyi untuk review mereka Adalah orangutan yang paling Pertama MASUK Dari Pintu bani Syaibah, Dan orangutan tersebut Adalah rasulullah saw, ketika mereka melihatnya mereka mengatakan:. dia Adalah orangutan Yang Terpercaya Dan jujur, kami rela denga n keputusannya, Dan ketika beliau saw. memutuskan Hal tersebut, keputusannya Menjadi Sebuah Solusi Yang di ridhai Oleh Seluruh parties Yang bertikai, kemudian beliau saw. membentangkan kainnya, Dan beliau melihat. mengambil hajar aswad Dan meletakkannya di differences kainnya, kemudian beliau saw. memerintahkan ditunjukan kepada SETIAP (Ketua) kabilah untuk review memegang Ujung kain tersebut, ketika mereka Telah mengangkatnya, Dan Telah Sampai ketempatnya, beliau saw. mengambil hajar aswad Dan meletakkan di Tempatnya, merekapun rela DENGAN Hal tersebut, allah swt. Telah Menjaga Darah orangutan Dari arab pertumpahan Darah DENGAN kematangan akal Dan kebijaksanaannya.
8. Rasulullah melihat. di Usia remajanya Terkenal di Kalangan kaumnya sebagai orangutan Yang Terpercaya Dan jujur, Terkenal di Kalangan mereka DENGAN bagusnya Interaksi beliau saw., seorang yang menepati Janji, Sejarah hidupnya lurus, reputasinya baik, Hal Penyanyi MEMBUAT Khadijah ra. Untuk offers ditunjukan kepada beliau untuk review berdagang DENGAN hartanya PADA kafilah Yang Pergi Ke kota basrah PADA SETIAP Tahun, DENGAN memberikan upah yang berlipat ganda Yang melebihi orangutan lain, Dan ketika beliau Kembali Ke mekkah pembantunya Yang Bernama Maisarah mengabarkan TENTANG Sifat amanah Rasulullah saw. Dan keikhlasannya, dan khadijah ra. get keuntungan gede PADA perjalanannya tersebut, Maka besarbesaran melipat gandakan upah untuk review muhammad saw., kemudian besarbesaran tertarik untuk review menjadikan muhammad saw. sebagai suaminya, hearts Suatu Riwayat di Katakan bahwa muhammad saw. menikahi Khadijah ra. SEMENTARA umurnya LEBIH muda darinya 15 Tahun, sebaik-BAIK Bukti TENTANG akhlaknya Yang Bagus SEBELUM beliau saw. diangkat Menjadi Seorang nabi ialah perkataan Khadijah ra. Penghasilan kena pajak wahyu turun-ditunjukan kepada beliau melihat. sewaktu berada di gua hira Dan beliau Kembali hearts keadaan bergetar: “Sekali-kali TIDAK! demi allah! allah Pasti TIDAK akan menghinakanmu, KARENA Engkau orangutan Yang menyambung silaturrahim, menolong orangutan Yang Lemah, membantu orangutan Yang Tidak mampu, Tamu memuliakan ...”.
9. Rasulullah melihat. melakukan Perjalanan doa kali Ke Luar Dari mekkah, Yang Pertama Bersama DENGAN pamannya abi Thalib ketika beliau saw. berumur 12 Tahun, Perjalanan Yang ke dua ketika beliau berumur 25 Tahun untuk review melakukan Perdagangan DENGAN harta Khadijah ra., ke dua Perjalanan tersebut Ke kota bashrah di syam, hearts kedua Perjalanan tersebut beliau saw. mendengarkan percakapan Yang di lakukan para Pedagang, Dan beliau saw. menyaksikan peninggalan-peninggalan negeri Yang di lewatinya begitupun adat istiadat (Kebiasaan) Yang di lakukan Oleh para penduduknya.
adapun Seorang da'i yang baik akhlaknya ketika besarbesaran Masih muda, Maka besarbesaran akan Senantiasa Mengangkat kepalanya Tanpa Takut DENGAN Segala macam gosip, Dan TIDAK ADA Peluang Bagi para Musuh-Musuh allah swt. Untuk menfitnahnya Baik PADA Waktu Yang Lalu ATAU Yang akan Datang.
Benar, allah swt. akan MENERIMA taubatnya orangutan Yang bertaubat DENGAN Benar Dan ikhlas, Dan allah swt. akan Menghapus Segala dosa-dosanya Yang Telah Lalu DENGAN kebaikannya Yang Sekarang, akan tetapi Hal Penyanyi Bukan Menjadi penunjang ATAU faktor di terimanya dakwahnya, di BANDINGKAN JIKA Sejarah hidupnya baik, dan baik reputasinya PADA Masa Lalu.
8. DENGAN seringnya Seorang da'i melakukan Perjalanan, bergaul DENGAN society, Dan Mengenal Kebiasaan-Kebiasaan mereka Serta Segala permasalahan mereka, Hal Suami Adalah Sebuah faktor Pendukung hearts keberhasilan dakwahnya, Maka orang-orangutan Yang bergaul (Mengenal) DENGAN Orang Lain through buku -buku Dan makalah-makalah, Tanpa bergaul DENGAN mereka hearts different aspeknya, mereka ITU Adalah Manusia Yang Gagal hearts melakukan Pembaharuan, orang-orangutan TIDAK akan mendengarkan ditunjukan kepada mereka, dan akal mereka TIDAK MENERIMA dakhwahnya, KARENA orang-orangutan berpendapat bahwa mereka Tidak mampu Untuk memberikan Solusi Terhadap Segala permasalahan Yang mereka Hadapi.
Maka barangsiapa Yang Ingin MEMBUAT Suatu Pembaharuan Terhadap orang-orangutan wara' such as inviting participation, besarbesaran Harus bergaul DENGAN mereka di mesjid-mesjidnya, di majlis-majlis mereka, Dan PADA society mereka, Dan barangsiapa Yang Ingin MEMBUAT Suatu Pembaharuan Terhadap para buruh dan petani, Maka besarbesaran Harus Hidup Bersama DENGAN mereka di kampung mereka, di Tempat kerja mereka, Makan DENGAN mereka, ngobrol DENGAN mereka di Lingkungan mereka, Dan barangsiapa Yang Ingin Memperbaiki Interaksi Yang berlansung di ANTARA Manusia, Maka besarbesaran Harus bergaul DENGAN mereka di pasar-Pasar mereka, Perdagangan mereka, Pabrik mereka, klub-klub mereka, dan dI majlis-majlis mereka, Dan barangsiapa Yang memberikan Pembaharuan Terhadap politik Yang ADA, Maka besarbesaran Harus bergaul DENGAN para Ahli politik, Mengenal Aturan-Aturan mereka, mendengar Pidato mereka, Mengenal Lingkungan Yang mereka tinggali, Mengenal budaya mereka, Dan Hal-Hal yang lain, agar besarbesaran DAPAT mengetahui bagaimana Caranya Supaya mendakwahi mereka, Supaya saya reka TIDAK menghindar darinya.
demikianlah, Sudah sepantasnya Seorang da'i untuk review Mengenal Jazz RS Bentuk Lingkungan, Mengenal Segala ASPEK kehidupan Manusia, agar besarbesaran DAPAT firman Checklists Memverifikasi allah swt, Yang artinya.:
“Serulah (Manusia) ditunjukan kepada jalan tuhanmu DENGAN jalan hikmah Dan Pelajaran yang baik” (qs An Nahl:. 125)..
alangkah indahnya perkataan Yang berbunyi: “dakwahilah Manusia Sesuai DENGAN kemampuan akal mereka, apakah kamu Ingin berdusta differences allah swt. dan rasul-nya?”.
9. semestinya Seorang da'i Dari Tahun Ke Tahun mempunyai Waktu-Waktu untuk review berkhalwat (bertafakur) DENGAN Seorang Diri, Hal Penyanyi untuk review bermunajat DENGAN allah swt., Untuk review membersihkan jiwanya Dari akhlak-akhlak yang TIDAK terpuji, Dan menentramkan jiwanya Dari ketidak tentraman Hidup. Praktek khalwat (bersunyi-Sunyi Sambil bertafakur) MEMBUAT Seorang da'i akan memuhasabah (Introspeksi) Dirinya bahwa kebaikannya Hanya Sedikit, melenceng Dari tujuannya, ATAU TIDAK menyampaikan dakwahnya DENGAN cara yang Penuh DENGAN hikmah, ATAU tersalah hearts using Cara ATAU Metode dakwah, ATAU berdebat DENGAN Seseorang sehingga lupa mengingat allah swt. Dan bersikap ramah, lupa mengingat akhirat begitupun Surga Dan nerakanya, dan lupa mengingat mati Dan kepedihannya.
Oleh KARENA ITU shalat tahajud ATAU shalat Malam Adalah wajib Bagi Rasulullah saw. Dan sunnah Bagi umatnya, dan yang memucat Pantas untuk review Menjaga ATAU melestarikan shalat sunnah Penyanyi (tahajud) Adalah mereka Yang berperan sebagai da'i Ke jalan allah swt., bersunyi-Sunyi bertahajjud ATAU melaksanakan ibadah KARENA allah di SETIAP Malam hari Adalah Suatu Kenikmatan Yang TIDAK DAPAT di Rasakan kecuali Bagi orangutan Yang di muliakan Oleh allah swt. DENGAN Hal tersebut.
ibrahim bin adham mengatakan hearts shalat tahajjudnya Dan ibadahnya Yang beliau laksanakan di SETIAP Malam: “Kami berada hearts Suatu Kenikmatan Dan seandainya Hal Penyanyi di ketahui Oleh para raja maka mereka akan bersaing DENGAN Kami hearts mengerjakan Hal tersebut”,
Allah SWT. berfirman menyeru ditunjukan kepada nabi-nya muhammad saw. Yang artinya:
“Hai orangutan Yang berselimut (muhammad), bangunlah (untuk review sembahyang) di Malam hari, kecuali Sedikit (daripadanya), (Yaitu) seperduanya ATAU kurangilah Dari seperdua ITU Sedikit, ATAU Lebih Dari seperdua ITU. Dan Bacalah al qur'an ITU DENGAN perlahan-Lahan. Sesungguhnya Kami akan Menurunkan Kepadamu perkataan Yang Berat. Sesungguhnya bangun di Waktu Malam Adalah LEBIH Tepat (untuk review khusyuk) Dan Bacaan di Waktu ITU LEBIH berkesan”. (Qs al Muzzammil:. 1-7). sumber : http://rasoulallah.net/
hadits-hadits shahih Yang (valid) menunjukkan ditunjukan kepada kitd TENTANG kehidupan rasulullah saw. SEBELUM beliau di Utus Menjadi Seorang rasul, Sesuai DENGAN Kebenaran-Kebenaran berikut Penyanyi:
1. Rasulullah melihat. terlahir dari Rumah Keluarga Yang terhormat Dari Kalangan orangutan arab, beliau melihat. termasuk keluaraga terpandang hearts kaum Quraisy, mereka Dari bani hasyim, Dan Quraisy Adalah kabilah terpandang di Kalangan orangutan arab, nasabnya pagar Berkembang Dan posisinya pagar tertinggi, Telah di riwayatkan Dari ibn abbas ra. Dari Rasulullah melihat, besarbesaran Berkata.:
“Kami di ceritakan oleh yusuf bin musa al bugdady, kami di ceritakan oleh ubaidillah bin musa, dari ismail bin abi khalid, Dari yazid bin abi ziyad, Dari abdillah bin al Harits dari abbas bin abdul Mutthalib, besarbesaran Berkata: aku Berkata: wahai Rasulullah ! orang-orangutan Quraisy sedang Duduk Lalu mereka saling membicarakan Kemuliaan mereka di ANTARA mereka, kemudian mereka menjadikan Andari seperti pohon kurma fi kabwaten Dari permukaan bumi, Lalu Rasulullah melihat. bersabda: Sesungguhnya allah creates ciptaan- (nya) Maka dia menjadikan aku sebaik-Baik Dari mereka, sebaik-Baik Dari golongan mereka, sebaik-Baik Dari doa golongan, kemudian di Pilih Dari kabilah-kabilah Yang ADA kemudian dia menjadikan aku sebaik-Baik kabilah, kemudian dia memilih rumah-rumah kemudian dia menjadikan rumahku sebaik-Baik dari Rumah-rumah mereka, Maka Saya Adalah sebaik-Baik di BANDINGKAN mereka dari segi jiwa Dan rumah (Keluarga)”.
(Sunan Tirmidzi, jilid 5, hal. 584, hadits hasan).
KARENA POSISI nasab / Keluarga beliau saw. Yang Sangat terhormat Penyanyi di Kalangan orang-orangutan Quraisy, Maka kitd TIDAK PERNAH mendapati orang-orangutan Quraisy menjelek-jelekkan nasab beliau Yang terhormat, sebagaimana mereka MEMBUAT Kebohongan DENGAN menjelek-jelekkan Hal-Hal yang lain Dari beliau, Hal Suami KARENA mereka mengetahui bahwa beliau melihat. terlahir dari nasab / keturunan Yang terhormat.
2. Rasulullah melihat. Adalah Seorang anak yatim, ayahnya Yaitu abdullah Meninggal ketika beliau Masih berada hearts Kandungan ibunya Yang SEMENTARA Berjalan doa bulan, Dan ketika beliau saw. berumur Enam Tahun ibunya Yaitu aminah Meninggal, Maka Rasulullah melihat. di masa kecilnya Telah merasakan pahitnya Hidup, KARENA beliau melihat. TIDAK Sempat merasakan kasih sayang kedua orangutan tuanya, kemudian Penghasilan kena pajak ITU beliau saw. di pelihara Oleh pamannya abu thalib Sampai beliau Tumbuh DENGAN dewasa, al qur'an Telah mengisyaratkan bahwa beliau saw. Adalah Seorang anak yatim: “bukankah dia mendapatimu sebagai Seorang anak yatim, Lalu melindungimu”. (. Qs dhuha iklan: 6).
3. Rasulullah melihat. melewati empat dalam Tahun Pertama di masa kecilnya di padang pasir di bani Sa'ad, Maka beliau saw. Tumbuh DENGAN KUAT, badannya sehat, Fasih bahasanya, dan pintar menunggangi kuda, PADA Waktu beliau saw. Masih Kecil Telah terlihat bakatnya (kepintarannya) di differences padang pasir Yang Bersih Dan Tenang, Dan Di Bawah Sinar matahari Dan DENGAN udaranya yang segar.
4. kecerdasannya Sudah di ketahui PADA Waktu beliau saw. Masih Kecil, kepintarannya berkilau hearts kehidupannya Yang MEMBUAT Suka SETIAP orangutan Yang melihatnya, PADA Waktu beliau saw. Masih Kecil beliau Duduk di differences Tempat Tidur kakeknya, JIKA beliau saw. sedang Duduk diatasnya Maka TIDAK seorangpun dari paman-pamanya Yang Duduk di Tempat tersebut Bersamanya, maka paman-pamannya Mencoba untuk review menurunkannya Dari Tempat tersebut, kemudian abdul Mutthalib (kakek beliau saw.) Berkata ditunjukan kepada mereka: Biarkan dia! KARENA demi allah Sesungguhnya besarbesaran mempunyai Karakter tersendiri.
5. ketika Rasulullah melihat. Masih remaja beliau mengembala kambing untuk review Penduduk mekkah DENGAN mengambil beberap upah Dari kerjanya tersebut. aku di ceritakan Oleh imam malik, bahwasanya di Sampaikan kepadanya bahwasanya Rasulullah saw. Telah bersabda: bahwa TIDAK seorangpun Dari Seorang nabi kecuali besarbesaran Telah mengembala kambing, kemudian beliau saw. di tanya: dan anda bagaimang wahai Rasulullah? beliau melihat. Menjawab: Saya also”.
(Muwattha’Oleh imam malik, jilid: 2, Hal: 971,‘Hal Penyanyi Adalah termasuk al Balaghat’.).
kemudian Penghasilan kena pajak beliau melihat. berumur 25 Tahun, beliau BEKERJA ditunjukan kepada Khadijah binti Khuwailid ra. DENGAN memperdagangkan hartanya Dan dia memberikan upah ditunjukan kepada beliau saw.
6. Rasulullah melihat. TIDAK PERNAH Ikut berkumpul DENGAN pemuda-pemuda mekkah Yang Sebaya dengannya untuk review melakukan permainan-Permainan Yang TIDAK bermanfaat, KARENA allah swt. Telah Menjaga beliau melihat. Dari Hal tersebut. hearts kitab-kitab Mengenai Sejarah beliau saw. Telah di tulis bahwa ketika beliau berusia remaja, beliau mendengarkan nyanyian Yang di adakan di mekkah Pada Suatu Acara pernikahan, Maka beliau saw. Ingin menyaksikannya, kemudian allah swt. membuatnya tertidur, Dan beliau TIDAK terbangun kecuali Penghasilan kena pajak matahari Bersinar DENGAN terang.
Rasulullah melihat. TIDAK PERNAH menyembah berhala sebagaimana Yang di lakukan Oleh kaumnya, TIDAK PERNAH memakan sembelihan Yang di sembelih untuk review patung-patung, TIDAK PERNAH meminum khamar (arak), TIDAK PERNAH Bermain judi, Dan Rasulullah saw. TIDAK PERNAH mengucapkan kata-kata Kotor.
(Mustadrak al hakim, jilid 4, Hal: 273, tidak ada hadits: 7619).
7. di Usia beliau melihat. Yang Sudah matang, Maka kepintaran dan jiwa kebijaksanaannya makin terlihat, Hal Penyanyi DAPAT terlihat PADA Peristiwa peletakan batu hitam (hajar aswad) PADA Tempatnya di Kabbah, Dan Hal Penyanyi Adalah Bukti Yang Sangat Jelas Terhadap Kecerdasan Rasulullah saw., Bangunan Kabbah di rubuhkan kemudian bangunannya di perbaharui Kembali, Dan mereka melakukan Hal tersebut, namun ketika mereka Telah Sampai ke Tempat hajar aswad mereka saling berselisih Pendapat Mengenai siapa yang paling terhormat Dan DAPAT meletakkan hajar aswad PADA Tempatnya, Dan SETIAP Dari para kabilah Yang ADA Ingin get Kehormatan tersebut, kemudian pertentangan Semakin keras sehingga hampir Saja peperangan Terjadi di ANTARA mereka, kemudian mereka memutuskan bahwa Yang berhak memutuskan perkara Penyanyi untuk review mereka Adalah orangutan yang paling Pertama MASUK Dari Pintu bani Syaibah, Dan orangutan tersebut Adalah rasulullah saw, ketika mereka melihatnya mereka mengatakan:. dia Adalah orangutan Yang Terpercaya Dan jujur, kami rela denga n keputusannya, Dan ketika beliau saw. memutuskan Hal tersebut, keputusannya Menjadi Sebuah Solusi Yang di ridhai Oleh Seluruh parties Yang bertikai, kemudian beliau saw. membentangkan kainnya, Dan beliau melihat. mengambil hajar aswad Dan meletakkannya di differences kainnya, kemudian beliau saw. memerintahkan ditunjukan kepada SETIAP (Ketua) kabilah untuk review memegang Ujung kain tersebut, ketika mereka Telah mengangkatnya, Dan Telah Sampai ketempatnya, beliau saw. mengambil hajar aswad Dan meletakkan di Tempatnya, merekapun rela DENGAN Hal tersebut, allah swt. Telah Menjaga Darah orangutan Dari arab pertumpahan Darah DENGAN kematangan akal Dan kebijaksanaannya.
8. Rasulullah melihat. di Usia remajanya Terkenal di Kalangan kaumnya sebagai orangutan Yang Terpercaya Dan jujur, Terkenal di Kalangan mereka DENGAN bagusnya Interaksi beliau saw., seorang yang menepati Janji, Sejarah hidupnya lurus, reputasinya baik, Hal Penyanyi MEMBUAT Khadijah ra. Untuk offers ditunjukan kepada beliau untuk review berdagang DENGAN hartanya PADA kafilah Yang Pergi Ke kota basrah PADA SETIAP Tahun, DENGAN memberikan upah yang berlipat ganda Yang melebihi orangutan lain, Dan ketika beliau Kembali Ke mekkah pembantunya Yang Bernama Maisarah mengabarkan TENTANG Sifat amanah Rasulullah saw. Dan keikhlasannya, dan khadijah ra. get keuntungan gede PADA perjalanannya tersebut, Maka besarbesaran melipat gandakan upah untuk review muhammad saw., kemudian besarbesaran tertarik untuk review menjadikan muhammad saw. sebagai suaminya, hearts Suatu Riwayat di Katakan bahwa muhammad saw. menikahi Khadijah ra. SEMENTARA umurnya LEBIH muda darinya 15 Tahun, sebaik-BAIK Bukti TENTANG akhlaknya Yang Bagus SEBELUM beliau saw. diangkat Menjadi Seorang nabi ialah perkataan Khadijah ra. Penghasilan kena pajak wahyu turun-ditunjukan kepada beliau melihat. sewaktu berada di gua hira Dan beliau Kembali hearts keadaan bergetar: “Sekali-kali TIDAK! demi allah! allah Pasti TIDAK akan menghinakanmu, KARENA Engkau orangutan Yang menyambung silaturrahim, menolong orangutan Yang Lemah, membantu orangutan Yang Tidak mampu, Tamu memuliakan ...”.
9. Rasulullah melihat. melakukan Perjalanan doa kali Ke Luar Dari mekkah, Yang Pertama Bersama DENGAN pamannya abi Thalib ketika beliau saw. berumur 12 Tahun, Perjalanan Yang ke dua ketika beliau berumur 25 Tahun untuk review melakukan Perdagangan DENGAN harta Khadijah ra., ke dua Perjalanan tersebut Ke kota bashrah di syam, hearts kedua Perjalanan tersebut beliau saw. mendengarkan percakapan Yang di lakukan para Pedagang, Dan beliau saw. menyaksikan peninggalan-peninggalan negeri Yang di lewatinya begitupun adat istiadat (Kebiasaan) Yang di lakukan Oleh para penduduknya.
10. beberapa
tahun sebelum beliau saw. di utus menjadi seorang rasul, allah swt.
menjadikan beliau saw. senang untuk berkhalwat(menyepi untuk beribadah)
di gua hira (sebuah gunung yang terletak di sebelah barat laut di
mekkah), beliau berkhalwat di tempat tersebut sekitar sebulan lamanya,
dan hal tersebut beliau lakukan di bulan ramadhan, untuk memikirkan
karunia-karunia allah swt. dan ke-maha sanggupan-nya, rasulullah saw.
senantiasa melakukan hal tersebut sampai wahyu datang kepadanya, dan al
qur’an turun kepadanya.
pelajaran-pelajaran dan nasihat-nasihat:
dengan
mempelajari kejadian-kejadian yang terdapat dalam sejarah rasulullah
saw. seorang peniliti dapat mengeluarkan beberapa pelajaran, sebagai
berikut:
1. jika
seorang yang mendakwahkan agama allah swt. atau yang mengajak kepada
kemaslahatan masyarakat adalah berasal dari keluarga yang terpandang
atau terhormat, hal tersebut akan menjadi salah satu faktor pendukung
yang membuat orang-orang akan mendengarkan perkataannya, karena diantara
kebiasaan orang-orang ialah memandang rendah dan hina terhadap
orang-orang yang menyeru kepada suatu kemaslahatan jika mereka berasal
dari keluarga yang tidak terkenal atau tidak terhormat, oleh karena itu
hal yang pertama sekali di tanyakan oleh hiraclius kepada abu sufyan,
setelah rasulullah saw. mengirimkan surat kepadanya untuk mengajak dia
dan kaumnya untuk memeluk agama islam: bagaimana nasabnya
(keturunannya)? abu sufyan yang pada waktu itu masih dalam keadaan
musyrik menjawab: dia berasal dari keturunan yang terpandang atau
terhormat di kalangan kami, dan ketika hiraclius selesai dari
pertanyaannya dan mendengarkan jawaban abu sufyan tentang rasulullah
saw., maka hiraclius menjelaskan makna pertanyaan-pertanyaan rahasia
yang di tujukan kepada abu sufayan mengenai muhammad rasululullah saw.
hiraclius berkata kepadanya: aku bertanya bagaimana nasabnya di kalangan
kalian? lalu kamu menjawab bahwa beliau saw. berasal dari keturunan
yang terhormat, demikianlah allah swt. tidak memilih seorang nabi
kecuali dari kaum yang terhormat, dan nasab yang terpandang.
benar!
bahwasanya islam tidak menjadikan keturunan yang terpandang sebagai
ukuran sebuah perbuatan, akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan
bahwasanya orang yang berasal dari keluarga yang terhormat dan melakukan
pekerjaan yang mulia, adalah lebih mulia dan lebih tinggi posisinya
serta lebih optimis akan berhasil, sebagaimana sabda rasulullah saw.
dalam sebuah hadits: “sebaik-baik kalian pada masa jahiliyah ialah
sebaik-baik dalam islam jika mereka paham”.
2. ketika
seorang da’i telah merasakan kesedihan hidup sewaktu ia masih kecil,
maka hal ini akan menjadikan ia lebih memahami arti-arti kemanusiaan,
yang menjadikan ia merasakan penderitaan orang-orang yang lemah dan yang
tidak beruntung.
3. selama
seorang da’i hidup dalam lingkungan yang dekat dengan fitrah, maka hal
tersebut akan menjadi faktor bersihnya fikirannya, kuat akalnya,
fisiknya dan jiwanya, sehat cara berfikirnya, oleh karena itu allah swt.
tidak memilih orang arab untuk melaksanakan risalah islam adalah suatu
kebetulan atau sia-sia, akan tetapi mereka di bandingkan dengan
orang-orang yang yang berada di sekitar mereka dari umat-umat yang
berbudaya, mereka lebih bersih jiwanya, lebih sehat fikirannya, serta
lebih bagus akhlaknya.
4. tidak
ada yang dapat memegang pusat komando dakwah kecuali orang yang pintar,
adapun orang-orang yang bodoh dan di bawah rata-rata keunggulannya
adalah orang-orang yang sangat jauh dari peranan kepemimpinan.
5. sepantasnya
bagi seorang da’i untuk berusaha dengan kemampuannya dalam menghidupi
dirinya atau dengan sumber-sumber yang baik, bukan dengan meminta-minta,
atau dengan cara yang hina.
6. sesungguhnya
da’i yang jujur, ikhlas dan mulia adalah para da’i yang tidak
menghinakan dirinya dengan meminta-minta sedekah dari orang lain,
kehormatan apa lagi yang dapat tertanam di dalam jiwa masyarakat setelah
ia meminta-minta sekalipun tidak dengan secara terang-terangan, jika
kita mendapati seorang da’i yang mengajak kepada islam, sementara ia
mengumpulkan harta masyarakat dengan berbagai macam tipuan, maka kita
bisa memastikan bahwa ia hina di mata dirinya sendiri, apalagi di mata
para masyarakat, dan barangsiapa yang rela menghinakan dirinya, maka
bagaimana mungkin ia dapat mengajak kepada akhlak yang mulia, menghadapi orang yang berbuat sewenang-wenang, memerangi kejahatan, dan memberi kepada umat perasaan kemulian dan kejujuran?
7. sesungguhnya
da’i yang jujur di masa mudanya dan baik tingkah lakunya, hal itu bisa
menjadi faktor keberhasilan dia dalam berdakwah di jalan allah swt.,
pembaharu yang ikhlas, dan memerangi kemungkaran, karena tidak ada orang
yang membicarakan mengenai akhlaknya sebelum ia menjadi seorang da’i,
pada umumnya kita melihat orang-orang melakukan dakwah untuk perbaikan,
khususnya untuk perbaikan akhlak, dan faktor yang sangat besar yang
membuat orang-orang tidak mendengarkan dakwahnya ialah karena mereka
mengingat terhadap tingkah laku da’i tersebut sebelum ia menjadi seorang
da’i, atau akhlaknya yang tidak baik, bahkan tingkah lakunya yang buruk
tersebut yang telah lalu membuat orang-orang ragu tentang kejujuran
para da’i tersebut, mungkin saja mereka menuduhnya bahwa ia melakukan
hal tersebut karena ia mempunyai maksud-maksud tertentu di balik
dakwahnya tersebut, atau mereka menuduhnya bahwa ia melakukan dakwah
perbaikan tersebut setelah ia puas melakukan hal-hal yang ia inginkan.
adapun Seorang da'i yang baik akhlaknya ketika besarbesaran Masih muda, Maka besarbesaran akan Senantiasa Mengangkat kepalanya Tanpa Takut DENGAN Segala macam gosip, Dan TIDAK ADA Peluang Bagi para Musuh-Musuh allah swt. Untuk menfitnahnya Baik PADA Waktu Yang Lalu ATAU Yang akan Datang.
Benar, allah swt. akan MENERIMA taubatnya orangutan Yang bertaubat DENGAN Benar Dan ikhlas, Dan allah swt. akan Menghapus Segala dosa-dosanya Yang Telah Lalu DENGAN kebaikannya Yang Sekarang, akan tetapi Hal Penyanyi Bukan Menjadi penunjang ATAU faktor di terimanya dakwahnya, di BANDINGKAN JIKA Sejarah hidupnya baik, dan baik reputasinya PADA Masa Lalu.
8. DENGAN seringnya Seorang da'i melakukan Perjalanan, bergaul DENGAN society, Dan Mengenal Kebiasaan-Kebiasaan mereka Serta Segala permasalahan mereka, Hal Suami Adalah Sebuah faktor Pendukung hearts keberhasilan dakwahnya, Maka orang-orangutan Yang bergaul (Mengenal) DENGAN Orang Lain through buku -buku Dan makalah-makalah, Tanpa bergaul DENGAN mereka hearts different aspeknya, mereka ITU Adalah Manusia Yang Gagal hearts melakukan Pembaharuan, orang-orangutan TIDAK akan mendengarkan ditunjukan kepada mereka, dan akal mereka TIDAK MENERIMA dakhwahnya, KARENA orang-orangutan berpendapat bahwa mereka Tidak mampu Untuk memberikan Solusi Terhadap Segala permasalahan Yang mereka Hadapi.
Maka barangsiapa Yang Ingin MEMBUAT Suatu Pembaharuan Terhadap orang-orangutan wara' such as inviting participation, besarbesaran Harus bergaul DENGAN mereka di mesjid-mesjidnya, di majlis-majlis mereka, Dan PADA society mereka, Dan barangsiapa Yang Ingin MEMBUAT Suatu Pembaharuan Terhadap para buruh dan petani, Maka besarbesaran Harus Hidup Bersama DENGAN mereka di kampung mereka, di Tempat kerja mereka, Makan DENGAN mereka, ngobrol DENGAN mereka di Lingkungan mereka, Dan barangsiapa Yang Ingin Memperbaiki Interaksi Yang berlansung di ANTARA Manusia, Maka besarbesaran Harus bergaul DENGAN mereka di pasar-Pasar mereka, Perdagangan mereka, Pabrik mereka, klub-klub mereka, dan dI majlis-majlis mereka, Dan barangsiapa Yang memberikan Pembaharuan Terhadap politik Yang ADA, Maka besarbesaran Harus bergaul DENGAN para Ahli politik, Mengenal Aturan-Aturan mereka, mendengar Pidato mereka, Mengenal Lingkungan Yang mereka tinggali, Mengenal budaya mereka, Dan Hal-Hal yang lain, agar besarbesaran DAPAT mengetahui bagaimana Caranya Supaya mendakwahi mereka, Supaya saya reka TIDAK menghindar darinya.
demikianlah, Sudah sepantasnya Seorang da'i untuk review Mengenal Jazz RS Bentuk Lingkungan, Mengenal Segala ASPEK kehidupan Manusia, agar besarbesaran DAPAT firman Checklists Memverifikasi allah swt, Yang artinya.:
“Serulah (Manusia) ditunjukan kepada jalan tuhanmu DENGAN jalan hikmah Dan Pelajaran yang baik” (qs An Nahl:. 125)..
alangkah indahnya perkataan Yang berbunyi: “dakwahilah Manusia Sesuai DENGAN kemampuan akal mereka, apakah kamu Ingin berdusta differences allah swt. dan rasul-nya?”.
9. semestinya Seorang da'i Dari Tahun Ke Tahun mempunyai Waktu-Waktu untuk review berkhalwat (bertafakur) DENGAN Seorang Diri, Hal Penyanyi untuk review bermunajat DENGAN allah swt., Untuk review membersihkan jiwanya Dari akhlak-akhlak yang TIDAK terpuji, Dan menentramkan jiwanya Dari ketidak tentraman Hidup. Praktek khalwat (bersunyi-Sunyi Sambil bertafakur) MEMBUAT Seorang da'i akan memuhasabah (Introspeksi) Dirinya bahwa kebaikannya Hanya Sedikit, melenceng Dari tujuannya, ATAU TIDAK menyampaikan dakwahnya DENGAN cara yang Penuh DENGAN hikmah, ATAU tersalah hearts using Cara ATAU Metode dakwah, ATAU berdebat DENGAN Seseorang sehingga lupa mengingat allah swt. Dan bersikap ramah, lupa mengingat akhirat begitupun Surga Dan nerakanya, dan lupa mengingat mati Dan kepedihannya.
Oleh KARENA ITU shalat tahajud ATAU shalat Malam Adalah wajib Bagi Rasulullah saw. Dan sunnah Bagi umatnya, dan yang memucat Pantas untuk review Menjaga ATAU melestarikan shalat sunnah Penyanyi (tahajud) Adalah mereka Yang berperan sebagai da'i Ke jalan allah swt., bersunyi-Sunyi bertahajjud ATAU melaksanakan ibadah KARENA allah di SETIAP Malam hari Adalah Suatu Kenikmatan Yang TIDAK DAPAT di Rasakan kecuali Bagi orangutan Yang di muliakan Oleh allah swt. DENGAN Hal tersebut.
ibrahim bin adham mengatakan hearts shalat tahajjudnya Dan ibadahnya Yang beliau laksanakan di SETIAP Malam: “Kami berada hearts Suatu Kenikmatan Dan seandainya Hal Penyanyi di ketahui Oleh para raja maka mereka akan bersaing DENGAN Kami hearts mengerjakan Hal tersebut”,
Allah SWT. berfirman menyeru ditunjukan kepada nabi-nya muhammad saw. Yang artinya:
“Hai orangutan Yang berselimut (muhammad), bangunlah (untuk review sembahyang) di Malam hari, kecuali Sedikit (daripadanya), (Yaitu) seperduanya ATAU kurangilah Dari seperdua ITU Sedikit, ATAU Lebih Dari seperdua ITU. Dan Bacalah al qur'an ITU DENGAN perlahan-Lahan. Sesungguhnya Kami akan Menurunkan Kepadamu perkataan Yang Berat. Sesungguhnya bangun di Waktu Malam Adalah LEBIH Tepat (untuk review khusyuk) Dan Bacaan di Waktu ITU LEBIH berkesan”. (Qs al Muzzammil:. 1-7). sumber : http://rasoulallah.net/






















