Dahulu Kota Makkah Dijuluki Jalur Sutra
6/01/2017
"Disebutkan oleh sejumlah peneliti, Nabi Ismail
AS adalah orang pertama yang membangun Kota Makkah dengan berbagai macam
peradabannya. Mereka mengatakan, bangsa Arab adalah keturunan Nabi
Ismail AS. Karena itu, mereka merupakan suku bangsa tertua di dunia.
Hal ini juga diakui oleh Sayyid Muzaffaruddin Nadvi dalam bukunya A
Geographical History of the Qur'an (Sejarah Geografi Alquran). Nadvi
menyebutkan, bangsa Arab adalah bangsa yang tua. Saking tuanya, tak
banyak sejarah menuliskannya.Kota Makkah adalah sebuah lembah yang tidak
begitu luas dan terletak di tengah padang pasir. Bukit-bukit mengurung
lembah ini rapat-rapat. Begitu rapatnya, hanya ada tiga jalan untuk
keluar dan masuk ke Makkah, yakni Yaman, Laut Merah, dan jalan yang
menuju Palestina.
Ribuan tahun lalu, lembah Makkah hanyalah
sebuah tempat persinggahan rombongan kabilah dagang (perekonomian), baik
yang datang dari Yaman menuju Palestina maupun sebaliknya. Menurut Prof William Montgomery Watt dalam
karyanya yang bertajuk The Historical of Muhammad, perekonomian Makkah
pada waktu itu sudah tergolong maju dan kaya.
Begitu ramainya
perdagangan itu, Kota Makkah dijuluki sebagai jalur sutra. Ptolemaeus,
ahli astronomi dan geografi asal Yunani, menyatakan, pada abad ke-2,
Kota Makkah dalam sejarah lama disebut dengan ''Macoraba''.
Dalam kitab Perjanjian Lama dan karya-karya sastra klasik, bangsa Arab
sudah ada sejak zaman dahulu (purba). Sejumlah penelitian arkeologi dan
dalam karya sastra Eropa telah disinggung hasil bumi dan pertanian
bangsa Arab, seperti pujangga Inggris William Shakespeare (1564-1616 M)
dan penyair Inggris Milton (1608-1674 M).
Ini menunjukkan, pada
zaman dahulu, bangsa Arab dan Makkah khususnya telah dikenal luas oleh
masyarakat sebagai sebuah bangsa yang terkenal akan kejayaannya.
http://www.ihram.co.id| ttp://www.kabarmakkah.com/ |

0 komentar