Apakah Ada Sahabat Nabi yang Tidak Menikah karena Sibuk Belajar Ilmu Agama?

4/18/2017

Apakah Ada Sahabat Nabi yang Tidak Menikah karena Sibuk Belajar Ilmu Agama?
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendorong umatnya untuk menikah; beliau memerintahkan itu, beliau menyemangati.
Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 5063 dan Muslim, no. 1401; dari Anas radhiyallahu ‘anhu,
أَنَّ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلُوا أَزْوَاجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَمَلِهِ فِي السِّرِّ؟ ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَا أَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ : لَا آكُلُ اللَّحْمَ ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَا أَنَامُ عَلَى فِرَاش ٍ، فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ، فَقَالَ: (مَا بَالُ أَقْوَامٍ قَالُوا كَذَا وَكَذَا ؟ لَكِنِّي أُصَلِّي وَأَنَام ُ، وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
“Sekelompok sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menanyai istri-istri Nabi tentang amalan beliau yang tersembunyi. Kemudian sebagian dari sahabat tersebut berkata, ‘Saya tidak akan menikah.’ Yang lainnya berkata, ‘Saya tidak akan memakan daging.’ Yang lain berkata pula, ‘Saya tidak akan tidur di atas ranjang.’ Bersebab (ucapan mereka) itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian beliau bersabda, ‘Kenapa ada sekelompok orang yang berkata begini dan begitu! Aku shalat namun ada waktunya aku tidur. Aku berpuasa namun ada waktunya aku tak berpuasa. Aku juga menikahi wanita-wanita. Barang siapa yang menolak sunnah (tuntunan)-ku maka dia bukan golongan umatku.’”
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah, no. 1846; dari Aisyah; dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي ، فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
‘Nikah merupakan salah satu sunnahku (tuntunanku). Barang siapa tidak melaksanakan sunnahku maka dia bukan golongan umatku.'”
Kita tidak pernah membaca/mendengar bahwa ada sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum yang tidak menikah karena disibukkan oleh ilmu, baik karena sibuk belajar atau sibuk mengajar. Para ulama (ahli ilmu) dari kalangan para sahabat Nabi – merekalah yang meriwayatkan hadits-hadits Nabi, dari merekalah ilmu syar’i dan fikih dipelajari, dan para sahabat lain belajar dari mereka – semuanya menikah. Kita tidak pernah membaca/mendengar ada sahabat Nabi yang tidak menikah atau memerintahkan murid-muridnya agar tidak menikah demi memperbanyak waktu belajar dan menghadiri majelis ilmu atau demi alasan lainnya.
Di kalangan para sahabat Nabi ada para Khulafaur Rasyidin, yakni Abu bakar, Umar, Utsman, dan Ali radhiyallahu ‘anhum.
Di kalangan para sahabat Nabi ada pemimpin prajurit perang, seperti Amr bin Al-‘Ash, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Khalid bin Al-Walid, Syurahbil bin Hasanah, dan sahabat lain radhiyallahu ‘anhum.
Demikian juga, mayoritas sahabat Nabi duduk meriwayatkan hadits-hadits Nabi, seperti Abu Hurairah, Abu Sa’id, Anas bin Malik, Abdullah bin Umar, Abdulah bin Abbas, Abdullah bin ‘Amr, dan sahabat lain radhiyallahu ‘anhum.
Diriwayatkan oleh Tirmidzi, no. 3790; dari Anas bin Malik; dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أَرْحَمُ أُمَّتِي بِأُمَّتِي أَبُو بَكْرٍ، وَأَشَدُّهُمْ فِي أَمْرِ اللَّهِ عُمَرُ، وَأَصْدَقُهُمْ حَيَاءً عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ، وَأَعْلَمُهُمْ بِالحَلَالِ وَالحَرَامِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، وَأَفْرَضُهُمْ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ، وَأَقْرَؤُهُمْ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ، وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينٌ ، وَأَمِينُ هَذِهِ الأُمَّةِ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الجَرَّاحِ
‘Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar, yang paling tegas dalam menegakkan syariat Allah adalah Umar, yang paling jujur sifat malunya adalah Utsman bin Affan, yang paling paham tentang halal-haram adalah Mu’adz bin Jabal, yang paling paham ilmu faraidh (ilmu waris) adalah Zaid bin Tsabit, dan yang paling pandai membaca Al-Quran adalah Ubay bin Ka’ab. Di setiap umat ada orang kepercayaan; orang kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah).'” (Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi)
Sahabat Nabi yang sudah kita sebutkan di atas seluruhnya menikah. Di antara mereka ada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu; beliau adalah umat Nabi Muhammad yang paling paham tentang halal-haram. Orang yang mempelajari ilmu agama akan menemukan bahwa salah satu ilmu yang dipelajari dalam Islam adalah dorongan untuk menikah dan betapa kaum muslimin disemangati untuk melakukannya.
Orang yang menyatukan antara kegiatan belajar ilmu agama dan menikah telah memadukan dua kebaikan, serta meneladani para pemimpin dalam agama ini yaitu sahabat-sahabat Nabi, tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik.
Wallahu Ta’ala a’lam.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

pesan di sini ...

Nama

Email *

Pesan *

Kata mutiara

Allah Masih Memberiku Waktu " Hari ini aku masih terbangun karena Allah masih memberiku waktu di dunia, memberiku waktu untuk hidup agar aku dapat menghapuskan dosa-dosaku dengan melakukan kebaikan"